Memilih Yang Terbaik

Oleh Eileen Rachman dan Emilia Jakob

Life is about choices meskipun ada hal-hal tertentu dalam hidup yang tidak bisa kita pilih. Kita tidak bisa memilih orangtua, keluarga kita. Di dalam organisasi pun kita biasanya tidak bisa memilih atasan atau pemimpin. Take it or leave it.

Namun, bulan depan adalah kesempatan kita melakukan pilihan dengan bijak karena hak suara kita akan menentukan nasib kita dan nasib bangsa ini untuk lima tahun mendatang. Uniknya, ketika memiliki dan diberi hak untuk memilih, tidak semua dapat dengan cepat menentukan pilihannya. Mengapa menentukan pilihan ini terasa begitu sulit?

Menghadapi para aktor politik ini, kita sering rancu antara kompetensi dan kepercayaan diri. Tentu kita semua sepakat bahwa seorang pemimpin harus dapat tampil percaya diri.

Dalam leadership assessment di organisasi pun mereka yang mampu tampil di depan publik, memfasilitasi kerja sama dalam tim dengan baik akan mendapatkan poin lebih tinggi.

Namun, para asesor pasti juga akan melihat rekam jejak individu dalam menghadapi beragam tantangan di organisasi. Bagaimana mereka memperhatikan dan mengembangkan anak buahnya, bagaimana ia memengaruhi beragam pemangku kepentingan (stakeholders) beserta dengan agendanya masing-masing.

Bagaimana kualitas dari keputusan yang dibuatnya terhadap kelangsungan organisasi. Bagaimana ia menyusun strategi yang dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas organisasi.

Demikian juga sebenarnya dengan para calon pemimpin bangsa ini, kita perlu memahami dengan baik rekam jejaknya untuk meramalkan bagaimana gaya kepemimpinannya nanti dapat mengatasi beragam tantangan yang akan dialami bangsa ini, baik di dalam maupun di luar negeri.

Beragam bias yang kita miliki sering kali akibat fantasi kita akan gambaran mengenai pemimpin itu sendiri. Tokoh-tokoh dalam buku maupun film masa lalu yang menggambarkan pemimpin sebagai sosok yang kuat, tegap, dan cakap.

Hal ini bisa jadi yang membuat pemain sinetron, artis, berlomba-lomba mencalonkan diri sebagai wakil rakyat sambil kalau perlu mencantumkan info film yang pernah dibintanginya. Khawatir rakyat sudah tidak ingat lagi dengan sosoknya.

Slogan-slogan pun dibuat oleh para calon ini, yang bila kita telaah lebih mendalam sama sekali tidak menunjukkan bukti akan kemampuan mereka membawa perbaikan kualitas hidup rakyat yang diwakilinya. Romansa kepemimpinan memang dapat membutakan kita hingga tidak lagi menelaah kualitas calon pemimpin yang ada.

Perlindungan POCO M6 Pro Nggak Kalah Ekstrem dari Performa dan Harganya

Ada satu hal yang sering dilupakan waktu seseorang ingin membeli hape, yaitu after sales...

Wibawa Pemimpin

Oleh Eileen Rachman dan Emilia Jakob Pada masa pemilihan pemimpin ini, publik sibuk membahas beragam...

Penasaran Wangi Naga? Ini Dia Parfum Terbaru dari HINT

Ariadne Prawita, Fragrance Specialist HINT dan Endryko Karmadi, Creative Director HINT meyakini bahwa HINT...

- A word from our sponsor -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Previous article
Next article