Terapi Seluler untuk Pasien Leukemia Dewasa di Rumah Sakit Kanker Dharmais

  • Rumah Sakit Kanker Dharmais, sebagai Pusat Kanker Nasional, menghadirkan layanan terapi seluler bagi pasien-pasien leukemia dewasa
  • Untuk menunjang layanan terapi seluler ini, Rumah Sakit Kanker Dharmais, bekerja sama dengan PT Cordlife Persada, memberikan pilihan kepada pasien untuk menyimpan sel punca dan sel limfosit donor yang mungkin akan dibutuhkan oleh pasien untuk terapi saat terjadi kekambuhan
  • Diharapkan hadirnya terapi seluler di Rumah Sakit Dharmais dapat meningkatkan angka kesembuhan dan harapan hidup pasien-pasien leukemia dewasa di Indonesia

Rumah Sakit Kanker Dharmais, sebagai Pusat Kanker Nasional, saat ini menghadirkan pilihan terapi seluler bagi pasien leukemia dewasa di Indonesia. Pilihan terapi seluler yang diberikan berupa transplantasi sel punca, atau yang biasa dikenal dengan transplantasi sumsum tulang, menggunakan sel yang berasal dari darah perifer.

Transplantasi dapat dilakukan menggunakan sel punca milik pasien sendiri, yang disebut sebagai transplantasi autologus, atau menggunakan sel punca yang berasal dari donor, yang disebut sebagai transplantasi alogenik. Khusus untuk transplantasi alogenik, donor akan diperiksa terlebih dahulu apakah memiliki kecocokan dengan pasien yang akan menerima sel punca.

Berdasarkan studi yang ada dan pengalaman di negara lain, transplantasi sel punca dapat meningkatkan peluang kesembuhan dan angka harapan hidup pasien leukemia jenis tertentu.

Leukemia atau kanker darah adalah sebuah kondisi yang ditandai dengan pertumbuhan sel darah yang abnormal di dalam sumsum tulang. Akibatnya ditemukan sel-sel darah, terutama sel darah putih, yang tidak normal di dalam aliran darah. Gejala yang paling sering dialami oleh pasien leukemia antara lain mudah memar atau mengalami perdarahan, pucat, mudah lelah, rentan mengalami infeksi berulang, penurunan berat badan drastis, dan peningkatan jumlah sel darah putih yang signifikan.

“Sampai saat ini, pilihan terapi utama yang tersedia untuk pasien leukemia dewasa adalah kemoterapi, di mana pasien diberikan infus obat-obatan yang bertujuan untuk menghancurkan sel-sel kanker yang ada di dalam tubuh pasien,” jelas dr. Resti Mulya Sari, SpPD, KHOM, FINASIM dari bagian Hematologi Onkologi Rumah Sakit Kanker Dharmais.

Pada dasarnya leukemia dapat terjadi pada usia berapa saja, namun angka kejadiannya terus meningkat seiring dengan pertambahan usia. Di Indonesia sendiri, berdasarkan data dari Rumah Sakit Kanker Dharmais, sebagai Pusat Kanker Nasional di Indonesia, pasien leukemia dewasa jumlahnya terus meningkat setiap tahun.

Sementara angka harapan hidup pasien-pasien ini masih belum terlalu tinggi, meskipun telah menerima terapi yang tersedia saat ini. Ditambah lagi, seringkali pasien datang terlambat yang akan semakin menurunkan peluang kesembuhan.

Selain kemoterapi, ada satu pilihan terapi lain yang juga dapat membantu pasien-pasien leukemia, yaitu terapi seluler. Namun, terapi ini belum terlalu populer di Indonesia karena belum banyak rumah sakit yang dapat melakukannya. “Terapi seluler biasanya dilakukan setelah kemoterapi, untuk menggantikan sel-sel yang rusak akibat kemoterapi dan juga memiliki kemampuan untuk menghancurkan sel-sel kanker yang masih tersisa,” ujar dr. Resti.

Selain transplantasi sel punca, Rumah Sakit Kanker Dharmais juga menghadirkan pilihan terapi seluler lain, yaitu donor lymphocyte infusion (DLI). Terapi ini berupa pemberian infus berisi limfosit, salah satu jenis sel darah putih, yang berasal dari donor kepada pasien leukemia.

Limfosit ini nantinya akan mengenali sel-sel kanker dan dapat menghancurkan sel-sel ganas tersebut. Terapi ini adalah terapi penyelamatan yang dilakukan jika pasien kembali mengalami kekambuhan pasca menerima transplantasi. Terapi ini dapat menjadi pilihan di saat tidak ada lagi pilihan terapi yang dapat dilakukan.

“Rumah Sakit Kanker Dharmais sudah memiliki fasilitas yang mampu memproses darah perifer untuk kemudian mendapatkan sel punca atau sel darah putih yang akan digunakan dalam terapi leukemia,” jelas dr. Yanto Ciputra, M.Biomed mewakili Unit Transfusi Darah RS Kanker Dharmais.

Tentunya terapi seluler ini bukanlah terapi sederhana. “Pasien harus dinilai terlebih dahulu oleh seorang ahli hematologi dan onkologi sebelum ditetapkan sebagai kandidat yang cocok untuk menerima terapi seluler. Dan tidak semua pasien dapat menerima transplantasi sel punca yang berasal dari dirinya sendiri, sehingga ia membutuhkan sel dari donor atau alogenik,” ujar dr. Resti kembali.

Kendala yang seringkali dihadapi dalam transplantasi alogenik maupun DLI adalah menemukan donor yang cocok dalam kurun waktu singkat. Namun, seiring dengan kecanggihan teknologi, saat ini semuanya dapat dipersiapkan dari jauh-jauh hari sebelum waktu transplantasi atau bahkan sebelum pasien diketahui membutuhkan terapi DLI. Sel punca dan sel limfosit yang diberikan oleh donor dapat disimpan dalam jangka waktu tertentu sebelum nantinya digunakan saat dibutuhkan.

Untuk melengkapi layanan terapi seluler yang ditawarkannya, Rumah Sakit Kanker Dharmais, juga memberikan layanan penyimpanan sel donor sebelum digunakan untuk transplantasi ataupun terapi DLI.

Untuk layanan ini, Rumah Sakit Kanker Dharmais bekerja sama dengan PT Cordlife Persada, sebuah bank penyimpanan sel punca yang berbasis di Jakarta. Penyimpanan sel donor ini akan dilakukan secara kriogenik dan dijaga dalam suhu beku -196 derajat Celsius agar kondisi selnya tetap baik dan siap digunakan kapan saja. 

“Penyimpanan ini dapat dilakukan selama bertahun-tahun dan bermanfaat sebagai tabungan biologis bagi pasien, untuk berjaga-jaga sekiranya terjadi kekambuhan. Pada prinsipnya Cordlife siap mendukung Rumah Sakit Kanker Dharmais dalam memberikan layanan ini untuk membantu pasien-pasien yang membutuhkan terapi seluler,” ujar dr. Meriana Virtin, medical advisor PT Cordlife Persada.

Dengan hadirnya terapi seluler di Rumah Sakit Kanker Dharmais, diharapkan angka kesembuhan dan harapan hidup pasien-pasien leukemia dewasa di Indonesia dapat meningkat.

Rumah Sakit Kanker Dharmais (Photo courtesy: Tatat Solihat, Bagian Hukormas RS Kanker Dharmais) 

Tentang Rumah Sakit Kanker Dharmais

Rumah Sakit Kanker Dharmais adalah Rumah Sakit Unit Pelayanan Terpadu Vertikal di bawah Ditjen Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yang menjadi Pusat Kanker Nasional di Indonesia dan dikhususkan untuk menangani pasien-pasien dengan keganasan.

Rumah Sakit Dharmais memiliki visi untuk menjadi pusat layanan kanker yang komprehensif dan menjadi pusat rujukan kanker yang sejajar dengan pusat rujukan lain di Asia. Selain itu, Rumah Sakit Kanker Dharmais juga turut berperan dalam mewujudkan fungsinya untuk menjadi pusat pendidikan dan informasi kanker nasional serta sebagai pusat data dan riset kanker nasional.

Tentang PT Cordlife Persada

PT Cordlife Persada (Cordlife) merupakan bagian dari Cordlife Group Limited, yaitu perusahaan pelayanan kesehatan untuk segmen ibu dan anak yang didirikan pada tahun 2001.

Cordlife merupakan pionir industri penyimpanan darah di Asia, yang telah beroperasi di Singapura, Hong Kong, Malaysia, India, Indonesia, dan Filipina. Cordlife merupakan salah satu pemimpin industri penyimpanan darah tali pusat dan merupakan perusahaan pertama yang mengoperasikan pemrosesan darah tali pusat dan kriopreservasi di Indonesia. Fasilitas Cordlife yang berlokasi di Jakarta dibangun sesuai standar baku dan telah bersertifikat ISO 9001:2015 dan memiliki akreditasi dari American Association of Blood Banks (AABB).

SCOP3, Debutan Baru Ronald Liem dan Rene Mayer

Lahir dari pemikiran visioner seorang profil kawakan di industri media, Ronald Liem bersama rekannya...

Mengenal Kepribadian di Balik Warna Pakaian

Miliki variasi pilihan warna pakaian dari Beatrice Clothing untuk memulai tahun baru yang lebih...

Episode Gading Serpong: Unfolding History, Retelling the Story

JHL Collections yang merupakan hotel management di bawah naungan JHL Group menyongsong harapan baru...

- A word from our sponsor -