Sekali Jalan-jalan, tetap Makan-makan

Siapa yang nggak suka jalan-jalan? Siapa yang nggak suka makan-makan? Dua kegiatan yang menyenangkan itulah yang menarik perhatian dua blogger, Rian Farisa dan Eka Situmorang. Traveling, kemudian menemukan hal-hal baru, termasuk kuliner, lalu mereka tulis ke blog.

“Tadinya pengen membagi pengalaman saja, tapi ternyata kok banyak yang suka,” ungkap Rian, food enthusiast asal Bandung, mengawali ceritanya.

Mereka berdua berbagi pengalaman di webinar yang diadakan oleh Padusi.id, Jumat, 17 Juli 2021, dan dipandu duo Elizabeth Claudia dan Namita Marsya. Topiknya seru “Sekali Jalan-jalan, tetap Makan-makan”. 

Rian menceritakan bahwa berawal dari hobinya yang berburu kuliner, serta senang menulis. Keduanya ia salurkan dengan sebuah membangun blog The Gastronomy Aficionado pada tahun 2009. “Media sosial, khususnya Instagram belum hits,” ungkapnya.

Hobi tersebut menjadi keterusan, bahkan seiring dengan berjalannya waktu, ia pun rela meninggalkan pekerjaannya yang cukup mapan di sebuah bank asing di Jakarta. “Saya akhirnya memang memilih mengejar passion saya,” katanya.

Dunia perbankan bukannya tidak menjanjikan, tapi dunia kuliner juga menarik untuk ditekuni sebagai pekerjaan. Apalagi tidak hanya kuliner, ia juga merasa mempunyai bakat yang besar untuk dikembangkan lebih jauh, yakni menulis.  

Di blognya yang keren, dengan desain serta foto-foto yang ciamik, Rian tidak hanya menulis tentang makanan, tapi juga tentang restoran yang sedang hip, street food yang sedang naik daun, dan lain-lain. Termasuk tentang chef-nya, orang penting di balik sebuah sajian makanan.

Dengan berbagai review-nya yang jujur dan memikat tersebut, Rian banyak diundang ke mana-mana untuk mencicipi berbagai makanan – termasuk undangan wisata kuliner dari di Marina Bay Sands Singapore, ketika awal-awal pembukaannya.

Chef-chef lokal dan juga kelas internasional banyak ia temui. Tapi Rian juga terkesan dengan koki favoritnya. “Bang Temi namanya, rambutnya gondrong, tampilannya kayak preman tapi orangnya baik banget. Dia punya warung di daerah Antapani, Bandung, jualannya ikan bakar. Ikan bakar yang dia jual ini pakai lumuran macam-macam rempah Padang. Enak banget!”

Cerita Eka dan Eka Lagi

Tidak berbeda dengan Rian, Eka Situmorang memiliki hobi berburu makanan. Hanya saja ibu satu anak ini lebih fokus ke travelingnya. Ia mengaku senang mengobrol dan bercerita, maka tidak aneh kalau ia pun bikin blog. “Asyik juga bisa sharing di blog,” ungkapnya.

Eka bahkan kini mempunyai dua blog, yang pertama Cerita Eka yang lebih berisi tentang pengalaman jalan-jalannya. Yang kedua Eka Lagi lebih banyak menampung curhatannya. “Tadinya hanya curhat seputar tetek-bengek selama hamil, eh ternyata banyak penggemarnya,” ujarnya sambil tertawa.

Soal hobi jalan-jalannya, Eka bercerita, pada awalnya ia pakai duit tabungannya yang memang dicadangkan untuk traveling. Tapi dengan berjalannya waktu ia pun bisa menghasilkan uang dari tulisannya yang ia jual ke media. “Semacam subsidi silang,” tukasnya. Dan yang menarik, ia pun sering diundang oleh Pemda atau lembaga pariwisata tertentu untuk traveling ke daerah wisata tertentu.

Ada pertanyaan dari peserta webinar, kalau jalan-jalan ke suatu tempat dan menikmati makanannya, kalau nggak sesuai ekspektasi, apa sikap kita?

Rian membagi pengalamannya. “Kalau makanannya tidak enak, saya sih tetap menuliskannya. Kritik tetap ada, tapi harus disampaikan seelegan mungkin. Mereka tentu akan berterima kasih karena mendapat masukan.”

Pendapat senada juga disampaikan oleh Eka Situmorang. “Makanan tidak sesuai ekspektasi? Serba salah memang, apalagi kalau kita di-endorse. Yang saya lakukan, pertama, saya sampaikan ke owner atau chef-nya tentang kekurangan mereka secara langsung. Tapi pada saat posting, tetap ada kritik sih, tapi dengan bahasa yang diplomatis.”

Punya tempat atau makanan favorit?

“Istilahnya yang berkesan kali ya, yang mempunyai tempat di hati, itu ada. Kalau favorit, yang membuat kita harus datang dan datang lagi, nggak ada kayaknya, sebab traveling itu justru selalu ingin mencoba tempat-tempat baru dan hal-hal baru,” cerita Eka.

Hal senada juga diungkapkan Rian. “Makanan favorit sih pasti ada. Cuma, kalau disuruh memilih, saya pengennya menjajal venue-venue baru, dengan menu-menu baru.”

Punya hobi lain, selain jalan-jalan dan makan-makan?

“Punya, saya suka baca,” kata Eka. “Sebenarnya ini berkorelasi dengan menulis. Ketika kita menulis kan mengeluarkan sesuatu, makanya kita butuh input dengan pengetahuan yang memadai, yakni dengan membaca. Jadi, menulis dan membaca itu dua sisi yang saling support. Cara mengatur waktu? Saya bawa buku pas traveling. Pas menunggu di imigrasi, atau saat di pesawat, atau pas tidak ada sinyal, saya sempatkan membaca.”

“Hobi lainnya apa ya? Membaca atau menambah pengetahuan, so pasti, lebih banyak dari gawai, bukan buku,” ungkap Rian.

“Saya anak rumahan banget. Saya sering nonton video atau siaran TV yang berkaitan dengan makanan. Karena banyak juga company yang nanya apa sih makanan yang lagi trending di Indonesia, jadi saya harus mengikuti terus,” tambahnya.

Pokoknya, sekali jalan-jalan tetap makan-makan! (Namita Marsya)

Dapur Bersama GoFood

Solusi dengan Harga dan Lokasi Terjangkau! Untuk mendukung mitra GoFood agar pesanan GoFoodies aman untuk...

‘Gensan Punch’ Menangkan Jiseok Award pada Busan International Film Festival

Film HBO Asia Original GENSAN PUNCH memenangkan penghargaan bergengsi Kim Jiseok Award pada Busan International...

Kantor Masa Depan

Oleh Eileen Rachman & Emilia Jakob Meskipun sudah sering sekali dibahas, masih tampak kegamangan tentang...

- A word from our sponsor -