Anti Prokrastinasi, 5 Cara Berhenti Menunda Pekerjaan

Seberapa sering kamu menunda-nunda pekerjaan? Memilih untuk mengerjakan tugas di detik-detik terakhir menuju deadline? Lalu pada akhirnya, membiarkan tugas menumpuk karena terlalu sering menunda-nunda?

Menunda pekerjaan punya istilah lain, yaitu prokrastinasi. Apapun sebutannya, menunda pekerjaan adalah pola perilaku yang negatif. Sekali dilakukan, kamu akan sulit menghentikannya. Hal ini sangat buruk bagimu karena menunda pekerjaan punya banyak dampak negatif.

Audrey Maximillian Herli, CEO dari aplikasi konseling psikologi online Riliv, menjelaskan kerugian menunda-nunda pekerjaan. “Terlalu sering procrastinate itu merugikan. Kalau sering menunda pekerjaan, produktivitas akan menurun. Bersamaan dengan itu, hasil kerja kita juga tidak maksimal.”

Lebih lanjut, Maxi juga mengajak anak muda supaya tidak sering menunda pekerjaan.

“Kalau kita punya banyak waktu untuk mengerjakan tugas dengan maksimal, kenapa harus mengerjakan tugas saat mepet deadline? Bayangkan kalau kita bisa selesai mengerjakan tugas di awal waktu, waktu yang tersisa bisa kalian gunakan untuk mengerjakan hal lain yang bermanfaat.”

Tidak perlu khawatir lagi. Jika kamu ingin berhenti menunda-nunda pekerjaan, kamu bisa mengikuti 5 tips berikut ini: 

1. Menetapkan deadline khusus untuk diri sendiri

Kamu mungkin menunda-nunda pekerjaan karena merasa deadline yang diberikan masih panjang. Jika selalu berpikir begini, pada akhirnya kamu akan kerepotan bekerja saat deadline mepet.

Supaya tidak menunda lagi, kamu bisa menetapkan deadline untuk diri sendiri lebih cepat dari deadline yang sebenarnya. Misalnya jika batas waktu pekerjaan kamu adalah hari Jumat, kamu bisa memberikan batas waktu lebih awal, yaitu hari Kamis atau hari lainnya.

2. Membagi tugas besar menjadi tugas-tugas kecil

Tugas besar seringkali terlalu menakutkan untuk dikerjakan. Biasanya, penyebabnya adalah karena kamu takut salah dan tidak tahu harus mulai mengerjakan dari mana. 

Cara mengatasinya cukup mudah, kamu bisa memecah tugas besar tersebut menjadi tugas-tugas kecil yang lebih spesifik. Sebagai contoh jika kamu memiliki tugas membuat proposal ide bisnis, kamu bisa menjabarkan hal-hal kecil yang menyusun sebuah proposal ide bisnis.

3. Menghilangkan gangguan saat bekerja

Apa yang mengganggumu saat bekerja? Apakah itu ponsel, televisi, atau hal lainnya?

Kalau hal-hal tersebut mengganggu, kamu bisa menyingkirkannya terlebih dahulu sebelum bekerja. Matikan ponsel dan televisi agar kamu bisa mulai bekerja secara maksimal.

4. Memberi selfreward sebagai apresiasi

kamu bisa memberi self-reward tiap kali berhasil mengerjakan tugas. Cara ini akan membantu kamu berhenti menunda-nunda karena kamu jadi lebih semangat dalam mengerjakan tugas berikutnya.

Menurut psikolog Alexander Rozental, strategi terbaik dalam memberi self-reward adalah dengan memberi hadiah-hadiah kecil, bukan hadiah besar. Contohnya, kamu bisa menghadiahi diri kamu sebungkus cokelat jika sudah mengerjakan satu tugas.

5. Memulai pekerjaan dalam hitungan 5 detik

Mel Robbins, seorang entrepreneur dan motivator terkenal dari Amerika Serikat, menggunakan aturan 5 detik untuk membantunya berhenti menunda-nunda.

Setiap kali ia merasa enggan mengerjakan suatu tugas, ia akan berhitung sampai 5. Tepat setelah hitungan kelima, ia akan bangkit dari rasa malas dan mulai mengerjakan tugas tersebut. Sama seperti Mel Robbins, kamu juga bisa menggunakan cara ini jika merasa ingin menunda-nunda pekerjaan.

Golden Property Awards 2021

Setelah lebih dari satu tahun persiapan, 99 Group bersama Indonesia Property Watch (IPW) sukses...

Temple of Learning Summit 2021: Evolving the Future-Proof Organization

Banyak hal terjadi setelah era pandemi. Khususnya soal bagaimana sebuah perusahaan dan sumber daya...

Rayakan Ultah ke-75 InterContinental Hotels & Resorts dengan Pengalaman Ultra-eksklusif di Danang

Tahun ini, InterContinental Hotels & Resorts merayakan ulang tahun berliannya, mengundang para tamu untuk...

- A word from our sponsor -