Strategi Berkarir di Perusahaan Asing

Padusi Webinar Series 

Zaman sekarang perusahaan multinasional menjadi target para fresh graduate untuk mencari kerja. Namun, perjuangan untuk merintis karir di perusahaan internasional tidaklah mudah dan membutuhkan kerja keras. 

Hal tersebut diungkapkan oleh Erry Sunarli, Vice President KMK Group di Webinar Series Padusi pada 3 Juli 2021. Dengan dipandu oleh Namita Marsya dan Elizabeth ClaudiaWebinar Series Padusi kali ini menghadirkan topik mengenai “Strategi Berkarir di Perusahaan Asing”.

Dalam webinar ini Erry menceritakan perjuangannya dalam merintis karir dengan pantang menyerah hingga menjadi Vice President di perusahaan multinasional. 

Erry Sunarli berasal dari Tembilahan, Riau yang merupakan daerah terbelakang. Lalu dia pindah ke Pekanbaru karena dia mendapatkan SMA 6 yang merupakan salah satu sekolah favorit di Riau.

Ia merupakan siswa yang teladan dan berprestasi di sekolahnya hingga pada saat kelulusan dia mendapatkan kesempatan untuk berkuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM). Namun, masalahnya orangtua Erry tidak memiliki uang yang cukup.

“Orangtua saya bilang kuliah di Pekanbaru saja, nanti gak ada yang bisa biayai,” ujarnya.

“Saya pinjam uang ke saudara juga ngga ada, akhirnya saya nekat naik kapal dari kampung saya. Tiga hari tiga malam di kapal kayu kecil yang isinya 5 orang dengan gratis,” lanjutnya.

Erry kuliah di UGM jurusan HI (Hubungan Internasional) yang memang sudah terkenal bahwa mahasiswa di jurusan tersebut adalah anak-anak elite. Sangat berbeda dengan keadaan Erry yang berasal dari kampung dan dari keluarga yang pas-pasan. 

“Bapak saya hanya bisa bantu membiayai saya sampai semester 6. Yang bikin saya pusing itu bukan pelajaran, tapi kiriman bulanan. Pelajaran tidak pernah bikin saya stres, tapi uang bulanan yang bikin saya stres karena jarang dikirim. Akhirnya saya bikin kursus bahasa Inggris dan komputer di kos-kosan saya bersama teman-teman saya hingga akhirnya saya bisa mandiri,” jelas Erry.

Setelah lulus kuliah Erry melamar ke 80 perusahaan dan pada akhirnya ia bekerja di KMK Group karena dia suka dengan bosnya yang merupakan orang Korea yang muda, pintar, dan sangat energetik. Selama masih menjadi karyawan Erry mengikuti pelatihan di Toyota, Samsung, Hyundai, Itochu, dan Nike.

Alhasil, Erry pernah dinobatkan sebagai Top 10 Indonesia Future Business Leader oleh Majalah SWA. Lalu, dia juga diwawancara oleh The Jakarta Post, Investor Daily, juga SWA, kemudian diundang untuk memberikan kuliah umum di UGM.

Tips untuk Para Jobhunters

“Yang penting itu bukan sukses, tapi sustainable”. Itulah tips yang diberikan oleh Erry pada Webinar Series Padusi. Lalu, bagaimana caranya untuk tetap sustainable?

“Pertama, disiplin. Kedua kreatif, dan ketiga produktif, dan waspada. Jika hal-hal ini dapat dilakukan maka perusahaan akan suskses selalu dan jika kamu bisa sustain maka kamu tidak usah meramal masa depan, tapi kamu kamu yang menciptakan masa depan itu,” jelas Erry yang hobi golf itu.

Selain itu, kita juga harus konsisten dalam bekerja. Ada 2 cara dalam berkarir yaitu untuk tetap atau berpindah-pindah. Menurut Erry hal yang terpenting adalah pengetahuan dan skill “Sebaiknya bikin plan untuk 10 tahun pertama. 5 tahun untuk developing skills dan ilmu, 5 tahun berikutnya baru menjual pengalaman,” lanjut Erry yang menulis buku Triple 33 And One: Recipe of Life.

Kuatkan pengetahuan, perbanyak skill. Baru pikirkan perusahaan mana yang menghargai kamu. Tidak usah pikirkan gaji, pikirkan saja belajarnya. Intinya, bukan gaji tinggi yang dicari, tapi effort yang diberikan. Kalau bekerja berpindah-pindah itu tidak jelas ke depannya, jadi sebaiknya bikin rencana dulu untuk 10 tahun pertama. (Raka Binu)

VIEW di Fairmont Jakarta Buka Kembali dengan Konsep dan Chef Baru

Bar yang menyajikan steak untuk dinikmati bersama!  VIEW Restaurant & Bar di Fairmont Jakarta dibuka...

Dokter Milenial dan Youtuber Clarin Hayes Luncurkan Navana

Duo Serum dan Krim Perawatan Wajah untuk Perempuan Muda Aktif Navana hadirkan serum tunggal multipurpose...

Pengumuman Pemenang SEHAT Impact Accelerator

Johnson & Johnson Foundation dan Intellar telah mengumumkan pemenang program perdana SEHAT Impact Accelerator....

- A word from our sponsor -