Abdee Negara, Yang Akhirnya Ngabdi Bener ke Negara

Seperti kata Shakespeare, apalah arti sebuah nama?

Saat anak ketujuhnya lahir, wartawan Andi Cella Nurdin, membubuhkan nama bayinya, Abdi Negara Nurdin.

Siapa sangka, kelak, di tahun 2021 ini, Abdi Negara atau lebih dikenal dengan cara nulisnya “Abdee Negara”, adalah gitaris Slank, yang kini benar-benar mengabdikan sisa hidupnya untuk negara, yakni sebagai Komisaris Indenpenden di PT Telkom Tbk.

Seperti kata Shakespeare, apalah arti sebuah nama?

Abdee adalah anak ketujuh dari sepuluh bersaudara pasangan Andi Cella Nurdin dan Andi Raden Lamarauna.

Ayah, ibu dan dua saudaranya, sudah meninggal.

Abdee Negara lahir di Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) tanggal 28 Juni 1968. Sebentar lagi ia akan ulang tahun, dengan kado istimewa, sebagai Komisaris BUMN. Konon gajinya Rp1,2 miliar.

Di Sulteng, semasa hidupnya dulu, Andi Cella Nurdin adalah tokoh yang disegani, tak hanya sebagai wartawan, tapi beliau juga seniman, budayawan, bintang film, tokoh Muhammadiyah, pengusaha percetakan dan juga politikus.

Di tahun 1992, ayah Abdee, menjadi anggota DPR RI dari Fraksi PPP.

Jadi, bila sekarang Abdee Negara terjun ke dunia politik, kalian gak usah nyinyir, itu sudah menurun dari garis ayahnya.

Seperti kata Shakespeare, apalah arti sebuah nama?

Sedang dari garis ibunya, Abdee masih keturunan bangsawan, dari Raja ke-11 dari Kerajaan Banawa (Donggala sekarang) bernama La Ruhana.

Dua kakak Abdee yakni Rosihan Kaliinto Nurdin dan Setia Budi Nurdin, mengikuti jejak sang ayah, jadi jurnalis.

Dengan dua kakak Abdee ini, saya mengenal dekat. Kami sama-sama wartawan musik di Jakarta era 90-an.

Nama Rosihan Kalionto Nurdin, kakak pertama, disematkan, karena sang ayah menaruh hormat pada wartawan senior kala itu, Rosihan Anwar. Dan ia pun jadi wartawan musik yang disegani

Seperti kata Shakespeare, apalah arti sebuah nama?

Saya mengenal Bang Hance, begitu Rosihan Kaliinto Nurdin ini biasa dipanggil, saat saya jadi wartawan tabloid Nyata dan Jawa Pos News Network (JPNN) tahun 1993-1999.

Bang Hance adalah wartawan musik senior di majalah Gadis, sosoknya bersahaja, rambutnya putih, berkumis, sering jadi koordinator jumpa pers artis.

Sedangkan kakak keenam (satu tingkat di atas Abdee yang anak ketujuh), adalah Setia Budi Nurdin alias Budi Ace, juga wartawan musik.

Kami pernah satu media saat saya jadi Wapimred Tabloid Indonesia Selebriti (Jawa Pos Group), sedang Budi Ace jadi Redaktur Musik.

Tak lama, Budi Ace lantas mengasuh “Koran Slank” di Potlot.

Bila tiga bersaudara berdarah Bugis ini, Bang Hance, Budi Ace dan Abdee Negara, adalah sosok-sosok cendikia, luas wawasan dan literasinya, ini karena sang ayah melengkapi perpustakaan pribadi di rumah mereka sejak masih di Donggala atau ketika hijrah ke Jakarta.

Sejak kecil, mereka terbiasa baca buku-buku filsafat, sastra, jurnalistik, budaya, termasuk buku-buku Pramoedya Ananta Tour hingga Tan Malaka.

Sang ayah, Andi Cella Nurdin, adalah wartawan yang punya mesin cetak, yang mencetak media pertama di Sulawesi Tengah.

Sang ayah juga pernah main film bareng Sophian Sophian, berperan sebagai Ulama Bugis.

“Trio Macan” ini, Bang Hance, Budi Ace dan Abdee Negara, adalah tiga perpustakaan berjalan, referensinya luas, nalarnya jauh, jangkauan pemikirannya jauh melompat ke depan.

Misalnya Abdee Negara mendirikan Importmusik bareng Anang Hermansyah dan Indra Lesmana.

Importmusik adalah perusahaan digital media dan distribusi musik pertama di Indonesia, di luar yang dikelola operator atau provider resmi, misalnya mengelola RBT lagu.

Tahun 2001 lalu, saya pernah bawa lagu-lagu band indie dari Jatim, ketemu Abdee di kantor Importmusik, waktu itu kantornya di sebuah ruko di jalan Radio Dalam, Jakarta Selatan.

Abdee yang menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi ini, juga pernah jadi advisor Kementrian Kehutanan RI, jadi relawan, belajar ke Walhi, peduli pada orang utan.

Tahun 1998, Abdee datang ke Potlot, markas Slank, dengan rambut jabrik ala Keith Richards, gitaris Rolling Stones. Main gitarnya ngeblues banget. Cocok sebagai sosok pengganti gitaris Pay. Bimbim juga gemar Rolling Stones. Lagu Slank “Bimbim Jangan Menangis” mirip “Fool to Cry”-nya Rolling Stones. Juga lagu Slank “Ngedrop” mirip dengan “Around & Around”-nya Rolling Stones.

Abdee mulai bergabung di album ke-8 Slank “Mata Hati Reformasi” (1998) hingga album ke-24 “Vaksin” (2021).

Di album “Vaksin”, mengutip laman resmi Slank.com, Abdee mengisi gitar dari studio Ruang Negara.

Di group Slank, Abdee mencipta lagu #1 (Kereta Terakhir), juga mengansemen full lagu “Full Moon Blues”, selebihnya diciptakan Bimbim dan Kaka.

Abdee dipercaya mixing dan mastering album “Virus”.

Di Slank, tak terasa, Abdee Negara sudah berlabuh 23 tahun.

Kalau sekarang Abdee mengembangkan bakat politik dan bisnisnya, dengan terjun di dunia konten digital sebagai komisaris yang tugasnya advisor PT Telkom Tbk, apa yang salah?

Yang salah, menurut saya, adalah Slank yang ikut arus mendukung sebuah rezim, tidak netral, hal yang tak dikehendaki sebagian penggemarnya dan Abdee Negara pun kena imbasnya.

Tapi, seperti kata Shakespeare, apalah
arti sebuah nama? Abdee Negara toh sudah benar-benar mengabdi ke negara.

Benar yang dikatakan pujangga Inggris William Shakespeare (26 April 1564 – 23 April 1616) yang menulis: “That which we call a rose by any other name would smell as sweet ..”

Artinya, “Apalah arti sebuah nama, andaikan kita memberikan nama lain untuk bunga mawar, ia tetap akan berbau wangi.”

Tak salah almarhum Andi Cella Nurdin memberi nama anaknya Abdi Negara, seperti sebuah sihir, Abdee pun benar-benar mengabdi kepada negara.

Semoga ia tetap wangi, di manapun ia berada, seperti sebuah bunga, yang ditulis William Shakespeare.

Selamat ya Abdee, keep rock’in!

Damarhuda, penulis di @JPNN.com

Staycation at PHMHotels

Dengan Paket Co-Living & Co-working PHMHotels menawarkan pengalaman menginap baru dengan menghadirkan paket menarik terinspirasi...

Twist Your Day dengan Fruit Fusion Series Baru dari Fore Coffee

Fore Coffee kini meluncurkan rangkaian seasonal menu baru, yaitu Fruit Fusion Series yang memadukan kopi...

“Everything but Quiet”

Kampanye model pertama Mercedes-AMG E Performance: Sebuah hasil kolaborasi yang menarik antara artis dunia...

- A word from our sponsor -