Cantik dengan Botox

Benarkah Penampilan Wajah Bisa Dikoreksi dengan Botox? Apa sebenarnya treatment ini?

Bila Anda, wanita atau pria berusia di atas 25 tahun yang ingin memperbaiki bentuk wajah, maka datanglah ke Dermalounge di Jalan Gunawarman, Senopati, Jakarta Selatan. Anda dapat menemukan solusinya.

Menurut dr. Paulus dari Dermalounge Clinic, salah satu jenis treatment yang ditawarkan oleh klinik ini adalah Dermatoxin, berisi botolinum toxin, yang tersedia dengan merek Botox, Xeomin, maupun Lanzox, yang semuanya aman, memiliki  izin edar BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) dan FDA (Food and Drug Administration) Approved.

Dr. Paulus menjelaskan, sebenarnya penggunaan botox (merek paling populer yang sekaligus menjadi istilah generik) bertujuan untuk melemahkan otot. “Biasanya otot yang dikehendaki untuk dilemahkan, adalah otot dahi, rahang, dan sekeliling mata. Seiring bertambahnya usia, daerah tersebut paling sering menjadi keriput atau berkerut.”

Kerutan yang terjadi erat kaitannya dengan bertambahnya usia seseorang, dan juga karena adanya gravitasi. Untuk menghindari terjadinya kontraksi-kontraksi otot-otot yang mengakibatkan terjadinya kerut, dibutuhkanlah apa yang namanya terapi botox.

“Jadi, secara sederhana botox merupakan perawatan yang ampuh untuk menghilangkan kerutan, membentuk contour muka lebih tirus, menjadikan kulit lebih kencang dan bercahaya. Hasilnya akan terlihat dan menjadikan pasien terlihat beberapa tahun lebih muda,” ucap dokter yang sudah belasan tahun menggeluti dunia estetika itu.

Contoh lainnya, misalnya untuk otot kunyah, ada sejumlah orang, pada rahangnya, sebagai akibat penggunaan yang berlebihan saat mengunyah makanan, dan juga karena tekstur mukanya besar, maka rahangnya kelihatan menonjol (keluar).

Hal tersebut menjadikannya seolah-olah mukanya terlihat chubby. Untuk mengatasinya, dapat dilakukan terapi botox, agar mengurangi shape dari otot wajah tersebut menjadi tirus.

Tindakan Botox Bersifat Non Permanen, Perlu Retouch

Jadi fungsi botox adalah, melemahkan otot di daerah yang dikehendaki. Misalnya pada rahang, botox disuntikkan supaya rahang tersebut terlihat tidak terlalu menonjol. Botox bukanlah terapi yang permanen, berumur antara 6 bulan sampai 1 tahun, sampai otot tersebut akan kembali lagi ke bentuk semula.

Setelah lewat 6 bulan atau satu tahun, maka biasanya diperlukan evaluasi dan koreksi atau retouch bagi pasien tersebut.

Hal-hal yang mempengaruhi otot kembali ke bentuk semula itu, antara lain adalah aktivitas otot, usia seseorang, serta kebiasaan lainnya, misal seseorang yang sangat ekspresif rautnya.

Tindakan botox dilakukan dengan cara disuntikkan di bagian tubuh yang ingin dikoreksi, dengan jumlah tertentu sesuai kebutuhan.

Botox tidak hanya diperlukan untuk koreksi bentuk wajah, akan tetapi ada fungsi lain yang dapat diatasi dengan terapi botox, misalnya untuk mengatasi keringat berlebih misalnya pada kulit kepala, bagian ketiak dan lipatan paha, keringat berlebih pada telapak kaki sehingga mencegah tumbuhnya jamur, juga dapat mengatasi terjadinya migrain, serta nyeri pada tumit karena menggunakan sepatu hak tinggi.

Waspadai Efek Samping

Kendati dapat mengoreksi bentuk wajah sesuai kebutuhan, Anda juga perlu mewaspadai efek samping yang timbul, akibat dari tindakan botox. Oleh karena itu, tindakan botox harus dilakukan oleh dokter yang sudah berpengalaman dan ahli dalam mengerjakan botox.

‘Sebelum menjalankan prosedur, pasien pun sudah harus mengetahui dengan pasti efek samping yang nantinya mungkin saja muncul, sehingga di sini kami perlu melakukan edukasi dan pemberian informasi secara jelas,” jelas dr Paulus.

Sesuai etika kedokteran, pada saat melakukan tindakan itu, harus ada prosedur yang dinamakan inform concern.

“Reaksi yang umum atau biasa terjadi setelah botox seperti sakit kepala yang berlangsung 3 hari atau kurang. Selain itu ada juga pasien yang kadang tubuhnya meriang atau demam, yang dapat diatasi dengan obat-obatan ringan seperti Panadol, misalnya,” kata dr Paulus.

Belanja Skin Care di Official Store

Perawatan Kulit Antipanik dengan Belanja Online Kulit merupakan organ terbesar yang memiliki peran penting untuk...

The Unconventionals

Oleh Eileen Rachman & Emilia Jakob Bisnis mulai berkembang dan saatnya bagi perusahaan untuk mempersiapkan...

Accor Adakan Pekan Keberagaman dan Inklusif

Accor mengadakan pekan Keberagaman dan Inklusif (Diversity & Inclusion) melalui kegiatan talk show bertema...

- A word from our sponsor -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Previous articleRoad to Syariah Quadrathlon 2021
Next articlePerubahan