Perbedaan PR dengan Advertising

Oleh Dea Hasnaa

Public Relations

Keberadaan public relations (PR) biasanya sering dijumpai di perusahaan atau organisasi. Keberadaan seorang PR di sebuah perusahaan atau organisasi sangat penting karena menyangkut pencitraan yang baik sebuah perusahaan atau organisasi.

Public relation merupakan fungsi manajemen yang mendukung pembinaan, pemeliharaan antara organisasi dengan publiknya, menyangkut aktivitas komunikasi, dan kerjasama yang melibatkan manajemen dalam menghadapi permasalahan.” (Internasional PR Association tahun 1978).

Photo by Austin Distel on Unsplash

Periklanan

Periklanan ialah sesuatu yang dijual melalui media (cetak, elektronik, dan internet) dari suatu perusahaan, dan perusahaan biasanya melakukan kontrak atau perjanjian dengan pihak media untuk membeli agar dapat memasang sesuatu tersebut di media yang dituju. 

Periklanan, merupakan kegiatan komunikasi pemasaran yang diuraikan secara runtun. Kegiatan komunikasi periklanan melibatkan banyak pihak. Ada pengiklan, biro iklan (agensi), media massa, biro riset, konsumen, pemerintah dan kompetitor. 

Dalam penerapannya semua unsur harus mendapat perhatian yang baik sehingga memberi kontribusi pada usaha periklanan yang dilakukan. 

Penanganan yang baik akan membuka peluang bagi terciptanya periklanan yang berhasil. Misalnya pengiklan harus menyediakan dana untuk mencipta iklan yang baik. Biro iklan merumuskan strategi yang tepat untuk produk yang diiklankan.

Media massa mana yang harus digunakan sebagai pembawa pesan hingga memberi efek yang maksimal bagi khalayak konsumen. Hasil penelitian berupa perilaku konsumen. Deregulasi pemerintah terhadap dunia komunikasi dan perdagangan. 

Aktivitas produk pesain yang gencar menghalangi penjualan produk yang diiklankan. Dalam merancang periklanan terlebih dahulu dilakukan langkah pengumpulan data. 

Karena tanpa data, tidak mungkin membuat perencanaan yang baik. Data yang dikumpulkan berguna untuk mengetahui masalah yang dihadapi sebuah produk dan solusi komunikasi yang bagaimana yang tepat diberikan untuk membantu penjualannya.

Photo by Gabriele Ribeiro on Unsplash

Perbedaan

1) Periklanan bertujuan untuk menjangkau sebanyak orang dengan biaya serendah mungkin, sebaliknya public relations menggunakan sedikit orang, memakai pendekatan yang selektif dan merangkai pesan-pesan secara rinci untuk para pendengar yang telah ditentukan. 

2) Periklanan memusatkan perhatian pada pembeli, sedangkan public relations memusatkan perhatian kepada kelompok-kelompok lain dalan jajaran yang lebih luas. Untuk mencapai keberhasilan diperlukan gabungan antara keahlian khusus dan pengetahuan yang luas.

3) Humas terutama berurusan dengan para editor dan produser di media, sedangkan periklanan banyak berhubungan dengan media sebagai penjual ruang atau siaran iklan. 

4) Iklan lazimnya ditujukan kepada segmen-segmen pasar serta lapisan sosial tertentu, sedangkan humas dialamatkan pada segenap golongan atau kelompok orang yang kepadanya suatu organisasi harus berkomunikasi. 

Mereka boleh jadi bukan pembeli barang atau jasa perusahaan tersebut, akan tetapi memiliki arti yang sangat penting bagi perusahaan/ organisasi yang bersangkutan, misalnya saja investor atau para pekerja. 

5) Komponen-komponen pokok biaya humas berbeda dengan biaya iklan. Pada iklan, biaya utama adalah untuk sewa ruang, siaran dan produksi. 

Pada humas biaya terbesar adalah waktu, karena humas sifatnya padat karya, ditambah ongkos-ongkos produksi seperti untuk mencetak jurnal-jurnal internal atau membuat kasus video mengenai perusahaan.

6) Media yang dipakai juga berlainan. Media yang dipakai oleh iklan hanyalah media-media komersial. Sedangkan humas memakai media komersial yang jauh lebih beragam lagi, bahkan masih ditambahkan dengan media-media komersial yang diciptakannya sendiri, seperti jurnal internal, slide, video, pameran-pameran tentang perusahaan, bahan pendidikan, seminar, dan sponsor.

7) Sasaran utama iklan adalah membujuk orang-orang supaya melakukan sejumlah tindakan yang diinginkan seperti membeli produk, mendatangi toko, membalas penawaran pihak pengiklan dengan surat atau telepon, atau sekadar mengingat-ingat nama produk yang diiklankan, dan suatu saat pada akhirnya ia membeli. 

Sedangkan humas tidak berniat mendorong orang lain melakukan sesuatu melainkan bertujuan menciptakan saling pengertian di antara segenap khalayak (“khalayak“ dalam humas bisa diartikan sebagai anggota atau pegawai organisasi itu sendiri) mengenai kedudukan perusahaan yang tepat (citra perusahaan), atau tentang produk atau jasanya.

Song For Tissa

Kejutan Spesial Dul Jaelani Untuk Kasih Sayang Dalam berkesenian, Dul Jaelani selalu membuka pintu jiwa...

Pola Konsumsi Susu di Indonesia

Oleh Suryo Winarno  Viral minuman terkenal membekas di hati masyarakat pecinta minuman susu cair steril....

Konsumen Indonesia Mencari Pengalaman Audio-Visual yang Imersif di Neo Normal

Hasil Studi CMR Di tahun yang belum pernah terjadi sebelumnya, konsumen Indonesia mengakses hiburan dan...

- A word from our sponsor -