Indonesia Baru Bebas Covid-19 dalam 10 Tahun?

Faktor yang mempengaruhi antara lain terbatasnya akses vaksin di negara berkembang, skeptisisme tentang vaksin, dan potensi mutasi virus.

Oleh Siti Aisah, peserta Health Fellowship Tempo yang didukung oleh Facebook

Hampir setahun yang lalu kasus Covid-19 mpertama kali diumumkan di Indonesia. Hingga kini, masih banyak pertanyaan tentang kapan pandemi akan berakhir. Bloomberg mencoba mengetahuinya dengan mengukur cakupan vaksinasi. 

Menurut proyeksi Bloomberg yang terbit baru-baru ini, butuh waktu hingga 7 tahun untuk melakukan vaksinasi Covid-19 terhadap 75 persen populasi di dunia —jumlah yang dibutuhkan untuk mewujudkan kekebalan kelompok atau herd immunity. Bloomberg juga memprediksi Indonesia baru berhasil melakukan vaksinasi Covid-19 terhadap 75 persen penduduknya paling cepat 10 tahun ke depan.

Bloomberg telah membangun basis data suntikan vaksin Covid-19 yang telah diberikan kepada masyarakat di seluruh dunia. Per 5 Februari 2021, tercatat lebih dari 119 juta dosis vaksin telah disuntikkan. Vaksin Covid-19 yang tersedia saat ini harus disuntikkan dua kali untuk mencapai efektivitas yang maksimal. 

Perhitungan Bloomberg untuk cakupan vaksinasi didasarkan pada hal tersebut, yakni dua dosis per orang. Proyeksi pun diperbarui setiap hari berdasarkan rata-rata vaksinasi harian di 67 negara dan wilayah serta negara bagian di Amerika Serikat.

Kecepatan vaksinasi antara satu negara dengan negara lainnya berbeda. Negara yang paling cepat untuk memvaksinasi 75 persen populasinya adalah Israel dan Uni Emirat Arab. Keduanya hanya butuh waktu 2 bulan. 

Di posisi ketiga, ada Inggris yang butuh setengah tahun, lalu disusul oleh AS yang butuh waktu hampir satu tahun. Negara-negara dengan populasi yang besar cenderung membutuhkan waktu yang lebih lama. Cina, dengan populasi yang mencapai 1,4 miliar jiwa, butuh setidaknya 5,5 tahun. Sementara India butuh waktu lebih dari 10 tahun.

Indonesia diproyeksi butuh waktu yang sama dengan India, yakni lebih dari 10 tahun. Mengapa? Seperti yang telah disebutkan, perhitungan Bloomberg mengacu pada laju vaksinasi saat ini. Artinya, proyeksi bakal berubah seiring dengan tren vaksinasi harian. Per 6 Februari 2021, total dosis vaksin yang telah disuntikkan di Indonesia mencapai lebih dari 900.000. 

Jika satu orang butuh dua suntikan, ada lebih dari 450.000 orang yang sudah disuntik vaksin. Rata-rata dosis vaksin yang disuntikkan per hari mencapai 61.000. Jika kondisi tersebut terus bertahan, perhitungan Bloomberg benar adanya.

Kementerian Kesehatan menargetkan program vaksinasi Covid-19 di Indonesia akan selesai dalam kurun waktu 15 bulan selama Januari 2021 hingga Maret 2022. 

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Kesehatan mengatakan program vaksinasi butuh waktu 3,5 tahun. Juru bicara program vaksinasi Covid-19, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan program vaksinasi di Indonesia akan digelar dalam dua periode. Pertama, pada Januari-April 2021 untuk 1,3 juta tenaga kesehatan dan 17,4 juta petugas publik. Kedua, pada April 2021-Maret 2020 untuk masyarakat lainnya.

Menanggapi kalkulasi Bloomberg Menkes Budi mengatakan penggunaan metode rata-rata kurang tepat. Selain itu, masalah saat ini bukan pada proses vaksinasinya, tapi pada persediaan vaksinnya. 

“Sampai sekarang, yang ada di tangan kita baru 3 juta. Terlalu cepat dihabiskan akan menciptakan ekspektasi masyarakat yang sangat tinggi,” katanya. 

Budi pun menjelaskan bahwa proses vaksinasi Covid-19 terhadap tenaga kesehatan sejauh ini masih sesuai target. Per 6 Februari 2021, sekitar 928 ribu tenaga kesehatan telah mendapat suntikan pertama.

Kepala ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Soumya Swaminathan mengatakan kekebalan komunitas terhadap Covid-19 tidak akan tercapai pada 2021, meskipun ketersediaan vaksin semakin meningkat. 

Menurut para ahli, faktor yang mempengaruhi antara lain terbatasnya akses vaksin di negara berkembang, skeptisisme tentang vaksin, dan potensi mutasi virus.

Ilmuwan WHO mengimbau masyarakat untuk sedikit bersabar terhadap pengadaan vaksin yang memang membutuhkan waktu karena skala produksi dosis vaksin yang mencapai miliaran.

VIEW di Fairmont Jakarta Buka Kembali dengan Konsep dan Chef Baru

Bar yang menyajikan steak untuk dinikmati bersama!  VIEW Restaurant & Bar di Fairmont Jakarta dibuka...

Dokter Milenial dan Youtuber Clarin Hayes Luncurkan Navana

Duo Serum dan Krim Perawatan Wajah untuk Perempuan Muda Aktif Navana hadirkan serum tunggal multipurpose...

Pengumuman Pemenang SEHAT Impact Accelerator

Johnson & Johnson Foundation dan Intellar telah mengumumkan pemenang program perdana SEHAT Impact Accelerator....

- A word from our sponsor -