Menikmati Kopi Posong, di Kaki Gunung Sindoro dan Sumbing

Posong tidak hanya menawarkan pemandangan alam khas pedesaan dengan latar belakang 8 gunung yang berbeda. Bila Anda berkunjung ke Temanggung Jawa Tengah ini, dapat menemukan hamparan lahan tembakau dan juga yang tak kalah menarik adalah kopi di kawasan itu yang mulai hits.

Kopi Posong adalah jenis arabika yang tumbuh di lereng gunung Sindoro yang ditanam pada lahan perkebunan dengan ketinggian antara 1600 – 1800 mdpl. Kawasan gunung Sindoro merupakan gunung berapi yang memiliki temperatur udara dingin dan lembab serta curah hujan tinggi, sehingga dapat menghasilkan kopi arabika yang nikmat. Seperti kita ketahui, jenis kopi yang paling umum di Indonesia adalah robusta.

Asal tahu saja, tradisi penanaman kopi di Temanggung relatif baru. Dan, bukan perkara mudah bagi petani kopi memulai untuk menanam kopi di areal tembakau, mengingat pada awalnya warga lebih memilih menanam tembakau daripada kopi.

Tanaman kopi Posong dihasilkan dari varietas yang terseleksi dan tertanam dengan sistem tumpang sari dengan tanaman lain yang rata-rata telah terpupuk organik. Tuhar, salah seorang petani di desa itu, menuturkan bahwa hanya memetik 95% buah matang merah yang juga telah diseleksi. Kombinasi kesuburan tanah vulkanik dan temperatur rata-rata 20-30 derajat Celcius yang lembab membuat kopi Posong menjadi berkualitas.

Tuhar, pemilik Rumah Kopi Two Heart

Alhasil, kopi yang di yang dihidangkan kepada anak-anak media yang tergabung dalam HAM yang mengunjunginya beberapa waktu yang lalu, menjadi minuman yang unik dan istimewa. Kopi Posong yang berasal rumah kopi milik Tuhar, yang diberi nama ‘Two Heart’, memiliki rasa pahit yang pas dan ada sedikit asam, karena cara roasting yang medium. 

Kopi Posong memiliki aroma yang kuat dengan rasa yang terkadang memang mirip buah jeruk, sedikit rasa coklat tipis-tipis, bahkan ada aroma tembakaunya. Kalau yang tidak terbiasa dengan rasa pahit, boleh juga ditambahkan sedikit gula, atau bahkan susu untuk mendapatkan rasa latte ala kopi kekinian.

“Nama Two Heart ini diadopsi dari nama saya yang diplesetkan, Tuhar menjadi Two Heart. Dan kebetulan lokasi hamparan kebun kopi dan kedai kopi saya ada di kaki gunung Sindoro-Sumbing, yang jika digabungkan menjadi simbol hati,” ungkap Tuhar.

Tuhar bercerita, setiap perbedaan geografis akan selalu menimbulkan perbedaan dalam rasa kopi, meski jenis kopi yang ditanam sama. Selain untuk pasar nasional, Tuhar juga mengaku bahwa produknya telah sampai ke Korea. “Waktu itu saya ekspor ke Korea Selatan sekitar 36 ton. Padahal mintanya 2 kontainer. Tapi, saya tolak karena nggak sanggup,” ucap pria 50 tahun itu. 

Kopi Posong, Temanggung, Jawa Tengah ini telah memiliki sertifikat MPIG (Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis) yang dikeluarkan oleh Kemenkumham.

Kopi Posong semakin naik daun sejak muncul film Filosofi Kopi 2 yang dibintangi Chiko J Ricko. Bahkan, Tuhan juga bagian dalam film yang diadaptasi dari novel Dewi Lestari tersebut. (Medha/Photos: Doddy Wiraseto & MY Kusrini)

AIMI Pusat Gelar Webinar Internasional

Memperingati HUT ke-14 Bertema “AIMI Bahag14” Selama 14 tahun sudah Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) menemani para orangtua dalam...

Gerakan Semangat Kurangi Plastik

Dorong Transformasi Wisata di Kampung Berseri Astra Gedangsari Ibarat bumi dan langit, berwisata lekat dengan...

Membuka Akses Pasar dengan Memanfaatkan Media Sosial

KADIN Indonesia dan Facebook memberikan peningkatan literasi digital UMKM dengan menggelar pelatihan bertema “Membuka...

- A word from our sponsor -