Biang Raksasa

0
11
Photo by Craig Adderley from Pexels

Dongeng anak-anak yang paling terkenal adalah ciptaan teroris yang karenanya layak dimasukkan ke dalam gudang senjata manusia-manusia dewasa dalam melawan manusia-manusia kecil. 

Hansel dan Gretel memberi peringatan bahwa orang tuamu bisa saja membuangmu. Si Kecil Berkerudung Merah mengajarkan kepadamu bahwa setiap orang yang tak kamu kenal bisa saja serigala yang akan memangsamu. Cinderella mengharuskanmu tidak mempercayai ibu dan saudara-saudara tirimu. Tetapi tokoh dongeng yang paling efektif mengajarkan ketaatan dan menyebarkan ketakutan adalah Raksasa.

Raksasa pemakan anak-anak dalam dongeng-dongeng karya Perrault itu bersumber dari seorang lelaki terhormat dan terkemuka, Gilles de Retz, yang berjuang di samping Joan of Arc di Orléans dan pertempuran-pertempuran lainnya.

Pangeran pemilik beberapa kastil, marsekal termuda Prancis itu, dituduh menyiksa, memperkosa, dan membunuh anak-anak bandel yang tertangkap berkeliaran di tanah miliknya karena mencari sepotong roti atau mungkin pekerjaan di salah satu paduan suara yang melagukan puja atas keagungan prestasi-prestasinya.

Dalam tekanan siksaan, Gilles mengaku membunuh ratusan anak, dan merinci kenikmatan badan yang dilakukannya.

Ia berakhir di tiang gantungan. 

Lima setengah abad kemudian, ia bebas. Sebuah pengadilan di Senat Prancis membuka kembali kasusnya, memutuskan semua itu hanya lelucon cemooh. Hukumannya dicabut.

Ia tak bisa merayakan kabar baik itu.

Eduardo Galeano

“Mirrors”