LINE Bergabung dengan Christchurch Call

0
19

LINE akan meningkatkan kerja sama dengan pemerintah nasional, perusahaan, dan pemangku kepentingan lain guna menangkal konten daring terorisme dan ekstremisme. 

LINE Corporation (“LINE”) menjadi perusahaan berbasis Asia pertama yang bergabung dengan Christchurch Call, inisiatif yang membawa berbagai pemerintahan dan penyedia layanan daring untuk menangkal konten daring terorisme dan ekstremisme. 

Seiring dengan semakin pentingnya internet dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, banyak negara di berbagai belahan dunia telah menyaksikan semakin meningkatnya kemunculan terorisme secara daring. LINE selalu berupaya untuk mencegah penyebaran konten berbahaya dengan tetap menghormati kebebasan berbicara dan budaya serta ideologi yang berbeda, serta menjaga netralitas dan keadilan.

Dengan sejumlah acara besar berskala global yang akan berlangsung di Jepang mendatang, LINE telah memutuskan untuk memperkuat aktivitas melawan terorisme dengan bekerja sama dalam skala global dengan pemerintah nasional, perusahaan, masyarakat sipil, dan pemangku kepentingan lainnya. Dengan tujuan ini, LINE secara resmi menyatakan niatnya untuk mendukung Christchurch Call. 

Pada 29 Juni 2020, para penggagas Christchurch Call—Selandia Baru dan Perancis—secara resmi menyambut inisiatif LINE, bergabung dengan negara-negara dan penyedia layanan daring lain mendukung kesepakatan ini. Hal ini menjadikan LINE sebagai perusahaan Asia pertama yang mendukung Christchurch Call. 

Sebagai penandatangan, LINE akan menjunjung tinggi prinsip-prinsip Christchurch Call dan memperkuat kerjasamanya dengan mendukung pemerintah, perusahaan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengembangkan teknologi dan kebijakan yang mencegah pengunggahan dan penyebaran konten berbahaya secara daring. 

“Inklusi LINE menunjukkan rasa tanggung jawab dan penghormatan yang sama terhadap hak dan kebebasan di internet, memastikannya tetap gratis, terbuka dan aman, bersamaan dengan kami yang bekerja sama untuk memerangi penggunaan internet untuk tujuan teroris dan ekstremis brutal,” ucap Jacinda Ardern, Perdana Menteri Selandia Baru. 

Jean-Yves Le Drian, Menteri Urusan Eropa dan Luar Negeri Perancis mengatakan: “Sifat alamiah Christchurch Call yang internasional dan multi pemangku kepentingan mendapat manfaat dari partisipasi semua pemerintah, perusahaan, dan organisasi masyarakat sipil yang berkomitmen pada prinsip-prinsip internet yang bebas, terbuka, aman, dan terpadu.” 

Ke depannya, LINE akan terus berupaya mencegah penyebaran konten berbahaya sambil memastikan kebebasan berbicara pengguna. Pada saat yang sama, perusahaan akan memperkuat upaya untuk memberantas terorisme dan ekstremisme serta berupaya memberikan kontribusi pada upaya global untuk membangun internet yang bebas, terbuka, dan aman. 

Tentang Christchurch Call 

Pada Maret 2019, serangan teroris di Christchurch, Selandia Baru, menjadi viral setelah disiarkan langsung di media sosial. Sebagai tanggapan, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern dan Presiden Prancis Emmanuel Macron mengadakan KTT Christchurch Call pada bulan Mei di tahun yang sama, yang bertujuan untuk menghapus konten teroris dan ekstremis brutal secara daring. 

Christchurch Call: Christchurch
Penandatangan Christchurch Call lain: Christchurch Supporters
Referensi: Kementerian Luar Negeri (Bahasa Jepang) 

Tentang LINE Corporation 

Berbasis di Jepang, LINE Corporation (NYSE:LN/TSE:3938) memiliki misi untuk ‘Mendekatkan Jarak” dan menghubungkan informasi, layanan, dan pengguna. Aplikasi pesan LINE diluncurkan pada Juni 2011 dan sejak saat itu telah berkembang menjadi ekosistem global yang beragam, termasuk teknologi AI, teknologi keuangan (FinTech), dan lainnya.