Hemat Biaya dengan ‘Sharing Community’ Shooper

0
18
Photo by Priscilla Du Preez on Unsplash

Shooper memberikan informasi harga termurah di supermarket, membantu pengguna mengelola keuangan mereka dengan pintar, dan memberikan point-rewards untuk semua supermarket. 

Aplikasi ​sharing community,​ ​Shooper, ​29 April 2020 resmi diluncurkan di Indonesia. Aplikasi yang turut dikembangkan di MIT Sloan School of Management ini dapat membantu pengguna mencari harga termurah untuk berbagai produk dari sejumlah supermarket, minimarket, dan toko offline di Indonesia. 

Bermula dari sekumpulan ibu-ibu rumah tangga di daerah Bintaro, Tangerang Selatan, yang suka berbagi informasi tentang belanja sehari-hari mereka, Shooper saat ini merupakan teknologi canggih yang memungkinkan berbagi informasi dengan masyarakat yang lebih luas. Dengan memanfaatkan metode ​crowdsource, ​aplikasi yang tersedia di Android ini mengumpulkan struk belanja yang diunggah oleh pengguna, lalu data-data pada seluruh struk belanja diolah dan dipersembahkan kembali kepada para pengguna agar semua dapat mencari harga yang termurah. 

Tech-startup ciptaan Indonesia ini menggunakan ​teknologi ​Human Augmentation​, yang merupakan penggabungan dari ​Artificial Intelligence dengan ​Human Interaction untuk membaca dan mengolah data harga produk dari setiap struk belanja yang diunggah oleh pengguna. Data-data ini dikelola dengan akurat dan dapat dimanfaatkan secara langsung oleh para pengguna untuk mencari harga termurah, melakukan perbandingan harga, dan menghemat belanja rumah tangga. Tentunya informasi harga dapat dipertanggungjawabkan karena ada buktinya yaitu struk belanja. 

Photo by sydney Rae on Unsplash

“​Masyarakat Indonesia sebagai salah satu komunitas pengguna media sosial yang terbesar di dunia membuktikan bahwa interaksi dan saling berbagi informasi sangat penting. Melalui platform ​Shooper ​ini, kini masyarakat Indonesia bisa saling berbagi informasi yang bermanfaat dan dapat saling membantu agar semua bisa mendapatkan harga termurah untuk kebutuhan sehari-hari,” u​cap ​Oka Simanjuntak, CEO & Founder Shooper. 

95% masyarakat Indonesia masih berbelanja secara offline 

Meskipun fenomena belanja online cukup berkembang di Indonesia dewasa ini, namun menurut data yang dikeluarkan oleh Nielsen (2019), 95% masyarakat Indonesia masih berbelanja secara offline, terutama yang menyangkut barang ​kebutuhan sehari-hari. Manakala sudah banyak aplikasi untuk belanja online, baru Shooper yang hadir melayani 95% yang belanja offline

Selain itu, sebagian besar masyarakat Indonesia sangat sensitif terhadap harga, terlebih lagi saat ini, dalam keadaan ekonomi Indonesia sedang turun akibat pandemi Covid-19. Masyarakat akan berusaha mencari harga termurah untuk setiap produk yang mereka butuhkan, tetapi hal ini menjadi sebuah masalah karena informasi harga terkini tidak selalu dapat ditemukan. 

Dengan Shooper, pengguna bisa lebih pintar dalam menganalisa promosi yang umumnya hanya memperlihatkan harga promo dari beberapa jenis produk, sedangkan harga produk lain yang mungkin lebih mahal tetapi tidak diperlihatkan. Misalnya, sebuah supermarket mempromosikan minyak goreng dengan harga yang lebih murah untuk menarik pelanggan, tetapi harga sabun cuci dan barang-barang lainnya lebih mahal. Pada akhirnya, secara keseluruhan konsumen justru membayar lebih mahal, hanya karena mereka ingin menghemat satu jenis produk. 

“Bank Dunia melaporkan bahwa pengeluaran terbesar untuk rata-rata rumah tangga di Indonesia adalah pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari (g​rocery​), yaitu sekitar 49% dari total pengeluaran. Maka, membeli barang-barang tersebut dengan harga terbaik sangat penting untuk masyarakat. Inilah yang dibantu oleh Shooper. Lebih dari itu, dengan fitur ​ShooperTrack​, pengguna akan mendapatkan informasi pengeluaran bulanan yang mendetail dan membantu mereka memanage anggaran rumah tangga dengan lebih pintar,​” tambah ​pria jebolan MIT Sloan School of Management ini. 

Fitur ​Shooper y​ang sangat populer adalah ​ShooperPoint yang merupakan universal point-reward di mana para pengguna akan mendapat poin dari setiap struk belanja yang mereka unggah. Poin terkumpul dapat ditukarkan dengan berbagai hadiah-hadiah menarik seperti ponsel Samsung, produk elektronik dan voucher belanja. Sementara di fitur ​ShooperChef​, tersedia berbagai macam resep yang dibagikan oleh sesama pengguna dan ​Shooper a​kan carikan harus ke mana untuk membeli bahan-bahan resep dengan harga termurah. 

Data jadi komoditas utama di era digital 

Seiring semakin bertumbuhnya konsep sharing economy di Indonesia, ​Shooper b​erada pada posisi yang kuat untuk memanfaatkan teknologi canggih untuk mengolah data yang besar (big-data), yang kemudian menghasilkan informasi analitik yang penting, baik untuk konsumen maupun para perusahaan besar. Dengan adanya transparansi data dan informasi, para pelaku usaha didorong untuk berinovasi dan memberikan penawaran serta pelayanan yang lebih baik kepada konsumen. 

Di era yang semakin kompetitif, data menjadi komoditas yang sangat berharga dan dibutuhkan oleh perusahaan besar untuk dapat bertahan dan bersaing. Sebagai contoh, perusahaan-perusahaan FMCG membutuhkan data yang besar dan memanfaatkan analitik untuk dapat memahami perilaku konsumen untuk menemukan segmentasi yang dapat dimanfaatkan. Terlebih dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini, banyak terjadi perubahan perilaku konsumen, sehingga perusahaan-perusahaan berusaha untuk mendapatkan informasi dari data perilaku konsumen. 

Dengan kehadiran Shooper, konsumen akan mendapatkan informasi tentang harga barang-barang di toko-toko fisik. Sedangkan perusahaan-perusahaan akan mendapatkan dataset yang lebih lengkap tentang perilaku konsumen tanpa harus menebak. Dengan informasi yang lebih lengkap inilah perekonomian menjadi lebih kompetitif dan inovasi-inovasi terciptakan.