March Festival – SMK Raden Umar Said Kudus

0
45

Butet Kartaredjasa, Tommy Tjokro dan Komikus Mice Tampil Bersama Tokoh-tokoh Lintas Ilmu di Marfest, Berbagi tentang Kesiapan Hadapi Revolusi Industri 4.0 Sejak Dini Ke Kaum Muda Indonesia

SMK Raden Umar Said Kudus yang dikenal sebagai Sekolah Animasi menggelar March Festival (MARFEST) sebuah ajang multi-event yang mensuarakan semangat merdeka belajar untuk dunia pendidikan Indonesia, menampilkan 12 tokoh lintas ilmu dan profesi serta menghelat sejumlah mata acara seperti Kelas Inspiratif, Pameran Karya, Peragaan Busana dan Musik. 

MARFEST yang dihelat 12 – 14 Maret 2020 diselenggarakan di SMK Raden Umar Said Kudus yang merupakan salah satu SMK binaan Djarum Foundation.

Program Associate Djarum Foundation, Galuh Paskamagma menyampaikan. “Diselenggarakannya MARFEST menjadi salah satu upaya untuk mempersiapkan lulusan yang kompeten dan siap bekerja pada Revolusi Industri 4.0. Para siswa diberikan kesempatan untuk meningkatkan keterampilan yang dimiliki dengan mengikuti Kelas Inspiratif. Melalui Kelas Inspiratif ini siswa tidak hanya dibekali teori tetapi juga praktik yang langsung diberikan oleh pemateri yang ahli dibidangnya. Kelas Inspiratif bebas diikuti dan dipilih oleh siswa, sesuai dengan minat dan ketertarikannya. Hal ini selaras konsep Merdeka Belajar yang sudah diterapkan di SMK Raden Umar Said Kudus dimana para siswa bebas menentukan materi belajar sesuai dengan ketertarikan siswa.”

“Di SMK Raden Umar Said Kudus, penerapan konsep Merdeka Belajar dimulai pada tahun kedua hingga ketiga, sedangkan pada tahun pertama para siswa akan memperoleh pengetahuan umum tentang jurusannya. Konsep Merdeka Belajar ini nantinya akan meningkatkan semangat belajar dan kreativitas siswa karena mereka belajar sesuai dengan passion,” tutur Galuh menambahkan.

Sementara itu, penggagas MARFEST sekaligus praktisi pendidikan, Ita Sembiring mengungkapkan bahwa MARFEST digagas untuk menyerukan merdeka belajar, sebuah paradigma baru yang mendorong kebebasan pada masing-masing institusi pendidikan untuk memberi kesempatan kepada peserta didik untuk belajar sesuai dengan apa yang mereka inginkan. 

Otonomi ini diyakini mampu menghasilkan inovasi dan memberdayakan peserta didik agar cepat adaptif dengan dunia kerja sekaligus melalui event ini, membekali siswa ‘ilmu bertahan hidup’ agar menjadi lulusan yang kompeten, dan terutama lagi paham harus berbuat apa ketika mereka sudah menyelesaikan studinya.

Ita kemudian menjelaskan bahwa MARFEST menghadirkan 12 tokoh lintas ilmu dan profesi yang tampil dalam Kelas Inspiratif dengan beragam topik kekinian yang begitu erat hubungannya dengan dunia kerja.

Para tokoh tersebut antara lain adalah Aulia Marinto (VP Marketing Management IndiHome), Naya Anindita (Sutradara), Butet Kartaredjasa (Pekerja Seni), Bene Dion (Penulis Script), Daryl Wilson (CEO Kumata Studio), Chandra Endroputro (CEO Temotion-Tempo Animation) Aghi Narottama (Komposer Music Film), Mice Cartoon (Komikus) dan sederet nama lain di dunia seni dan kreatif seperti Mahesa Desaga, Eka Adrianie dan Mia Utari. Di MARFEST ini juga ditampilkan pameran karya pelajar sekolah animasi/SMK RUS, penampilan musik dan peragaan busana.