“Resurgence” by Arief Hanungtyas

0
62
Ilustrasi: Garageband (Pixabay)

Artotel Yogyakarta kembali menghadirkan pameran tunggal bersama Arief Hanungtyas, dengan tema “Resurgence”. Pameran akan dibuka pada tanggal 10 Oktober 2019, di ArtSpace Artotel Yogyakarta dan pameran ini akan berlangsung hingga 24 November 2019.

Seniman bernama Arif Hanungtyas S. merupakan lulusan dari Universitas Negeri Yogyakarta, jurusan pendidikan seni rupa, mengawali karir senimannya pada pameran karya pada 2013 dengan karya yang berjudul “Imaji Hiu Dalam Lukisan”. Enam tahun ia berproses menghasilkan karya yang beragam, hingga pameran terbarunya pada 2019 di Kiniko Art Space. Melalui pameran tunggal di Artotel Yogyakarta inilah menjadi momen untuk Hanung merekam sekaligus menjadi sebuah karya retrospektif selama ia berkarya, karena Hanung akan menampilkan perjalanan karyanya dari sejak 2016 hingga 2019.

Beberapa karya yang akan ditampilkan memiliki latar belakang dari ingatan yang dimilikinya dari masa kecil hingga beberapa momen yang terjadi pada masa kini. Hanung ingin menggambarkan ingatan dan merasakan kembali ingatan tersebut dalam bentuk tekstur ataupun goresan dari kuasnya. Bahkan menambahkan sentuhan jarinya kedalam karyanya dan ingin melihat seberapa besar distorsi yang terjadi dalam mengingat kenangan atau momen tersebut.

Windi Salomo – Art Director Artotel Group menyampaikan “karya-karya yang dipamerkan oleh Hanung lebih kepada memori ingatannya secara personal. Sehingga melalui pameran Resurgence ini audiens diajak untuk lebih memahami bagaimana ia membentuk persepsi akan sebuah lukisan non-figuratif atau abstrak tersebut. Melalui beberapa karya lukisannya (2016 – 2019) dengan warna yang menenangkan dan dengan khayalannya yang liar, Hanung ingin menunjukkan seberapa jauh prosesnya dalam berkarya dan mampu bertahan di masa yang sangat kompetitif ini”.

Mengenai Arif Hanungtyas

Salah seorang seniman dari Yogyakarta lahir pada tanggal 26 Oktober 1990. Lulusan sarjana seni rupa Universitas Negeri Yogyakarta pada tahun 2013. Karya-karyanya berupa lukisan dua dimensi dengan pendekatan non figuratif atau abstrak, yang lebih banyak bercerita tentang memori ingatannya secara personal. Beberapa pameran grup yang pernah diikuti beberapa pekan terakhir yakni: “Tetris” di Galeri Fadjar Sidik pada tahun 2017, “Kosen” di Bentara Budaya Yogyakarta 2019, dan juga pameran “Salon” di Langgeng Art Foundation Yogyakarta 2019. Selain karya dua dimensi Hanung juga bermain dalam seni peran art performance beberapa diantaranya yang pernah diikuti yakni: (2015) Jagongan Wagen “Lenggak Lenggok Suara; Re-kreasi; dan Mingset Greget”, (2017) Jagongan Wagen “Di Batas Cahaya” di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja.