Hennessy Declassified is Back!

0
52

Selama Hennessy Declassified Week, brand Cognac luxury ternama tersebut juga akan menampilkan Hennessy Masterclass, sebuah platform baru yang menghadirkan masterclass interaktif dengan sejumlah figur inspiratif Indonesia dan internasional. Sebuah destinasi yang absolut untuk menguak lebih dalam rahasia dibalik Cognac yangpaling dinikmati di dunia.

Setelah debut yang sukses tahun lalu, Hennessy kembali lagi dengan konsep Hennessy Declassified yang baru. Hennessy Declassified hadirkan satu minggu penuh dengan pengalaman imersif untuk mengungkap rahasia di balik savoir faire (pengetahuan) brand Hennessy sebagai cognac yang paling mewah di dunia, yang telah diwariskan selama delapan generasi.

Hennessy Declassified tahun ini juga akan menghadirkan pengalaman baru – Hennessy Masterclass – serangkaian masterclass eksklusif yang dipimpin oleh sejumlah entrepeneur terkemuka internasional dan lokal di bidang lifestyle dan budaya bersama dengan brand ambassador Hennessy Maison untuk cognac, untuk menghibur peserta dengan berbagai kisah unik perjalanan mereka, serta kreasi yang khusus disiapkan untuk acara ini.

Hennessy Declassified dan Hennessy Masterclass berlangsung di Pacific Place Mall, Jakarta, 23 – 29 September 2019, berlokasi di Ground Floor – North Wing.

Event ini akan menghadiri Brand Ambassador Hennessy Maison, Fabien Levieux, yang akan memukau pengunjung yang ingin mendalami kisah di balik terciptanya Hennessy. Fabien sendiri telah eksis di dunia cognac semenjak 1998.

Bersandang titel bergengsi Assistant Master Blender In Charge of Education, Fabien berkeliling dunia membagikan kisah dibalik proses terciptanya cognac serta metode produksinya, dan berperan sebagai brand ambassador sejati bagi Hennessy. Fabien tergabung dalam komunitas JAs HENNESSY & CO sebagai Ambassadeur de la Maison.

Suryo Windarto, Brand Manager Hennessy Indonesia mengatakan, “Selama beberapa dekade, cognac telah diminati dan identik kehadirannya dengan perayaan sebuah kesuksesan. Melalui Hennessy Declassified dan Hennessy Masterclass, kami berharap Hennessy dapat menjadi bagian dari savoir faire konsumen kami dan turut hadir dalam momen kehidupan sehari-hari mereka.

Sebagai merek cognac luxury, kami juga ingin Hennessy menjadi relevan bagi lebih banyak penggemar cognac lagi – khususnya generasi baru, dan bisa menjadi bagian dari lifestyle mereka. Kedua aktivitas ini akan sangat atraktif, karena kami akan menghadirkan visualisasi melalui multimedia interaktif. Di Masterclass, peserta akan menikmati sesi sharing dan tasting ditemani figur inspiratif luar biasa dan brand ambassador kami.”

Suryo menguraikan lanjut konsep Hennessy Declassified, “Melalui Hennessy Declassified, kami ingin berbagi perjalanan rahasia bagaimana Hennessy diciptakan, yang telah diturun temurunkan selama delapan generasi. Tahun ini, kami akan menghadirkan lima ruang interaktif yang akan mengantarkan penggemar cognac melalui proses pembuatan Hennessy dari kebun anggurnya hingga dituangkan ke sebuah gelas, sehingga pengunjung dapat menikmati pengalaman yang memukau secara visual, sembari mempelajari tiap langkah yang dieksekusi secara detail dalam proses pembuatan cognac Hennessy, untuk menghasilkan citarasa konsisten yang telah dicintai di seluruh dunia.”

Hennessy Masterclass, di sisi lain, akan menawarkan pengalaman baru untuk melengkapi pengalaman konsumen. Peserta di setiap sesi akan mendapatkan tasting cognac dengan chocolate pairing atau mencicipi cocktail yang disiapkan oleh chocolatier dan mixologist kelas dunia, sembari mendengarkan kisah para pembicara tamu yang akan berbagi pengalaman perjalanan personal mereka, serta keterampilan mereka dalam entrepreneurship, craftmanship dan savoir faire.

Sebagai highlight dari event Hennessy Declassified ni, Hennessy menghadirkan Agung Prabowo, founder bar The Old Man yang ternama di Hongkong (No. 1 Best Bar oleh Asia’s 50 Best Bars 2019) dan Singapura. Selain itu, turut juga hadir Kevin Poon (@KPee), founder streetwear brand Juice dan Clot (bersama Edison Chen) dari Hongkong, yang terpilih berkolaborasi dengan Nike untuk menghadirkan koleksi streetwear dengan elemen kultur Asia. Kevin juga seorang foodie dan salah satu partner di Wagyu Mafia Hongkong dan kopi Elephant Ground.

Hennessy Masterclass juga menghadirkan sejumlah pembicara yang berpengaruh dalam industrinya masing-masing, seperti Leonard Theosabrata (Indoestri), Paul “Pouble” Palele (DJ), Anton Wirjono (Goods Dept & Brightspot Market), Ben Soebiakto (Founder IDEAFest), Adrian Riyadi (Founder Our Daily Dose), dan David Soong (Group Axioo & Boga), WInda Malika Siregar (Co-founder ArtSip Jakarta), Agung Prabowo (Founder of The Old Man Hongkong dan Singapore), dan Ariel Nayaka (rap artist).

Untuk berpartisipasi dalam salah satu sesi masterclass pilihan Anda pada event Hennessy Masterclass, Anda perlu melakukan registrasi online di http://hennessydeclassified.id/ untuk memilih kelas yang Anda minati. Entry fee sebesar Rp180.000 diberlakukan, dan jumlah seat terbatas untuk 48 peserta saja. Sedangkan entrance untuk zona Hennessy Declassified terbuka untuk publik usia 21 tahun ke atas.

“Konsumen kami adalah yang terutama. Karena itulah, tiap langkah kami terapkan secara hati-hati dalam proses kami menciptakan cognac termewah di dunia, yang telah menjadi bagian dari perjalanan konsumen kami selama lebih dari 250 tahun. Kami ingin mengundang para peminat cognac untuk bergabung bersama kami dalam perjalanan menguak rahasia di belakang Hennessy dan bertemu dengan master crafter kami selama event spesial ini,” Suryo mengakhiri.

Dari tempat kelahirannya di Cognac, sebuah region di Perancis, dan sepanjang 250-tahun sejarahnya, Hennessy dengan bangga mengabadikan warisannya yang luar biasa: bergerak dari petualangan, penemuan, dan kemampuan mengolah yang terbaik dari alam.

Keunggulan dan keberhasilan Hennessy di lima benua menggambarkan nilai-nilai yang dipegang dengan teguh oleh Maison: menghadirkan savoir faire (pengetahuan) yang unik, keinginan untuk terus berinovasi, dan komitmen teguh untuk Creation, Excellence, Legacy, and Sustainable Development. Kini, keterampilan tersebut menjadi tolak ukur House –
permata berkilau di LVMH Group – dengan keberhasilannya menciptakan cognac paling ikonik dan berharga Cognacs Maison.