Perayaan Kerajinan Indonesia @ The Apurva Kempinski Bali

0
54
Curated Products of Tulola Jewelry

Bukanlah hal yang asing bagi The Apurva Kempinski Bali dalam penghormatannya terhadap budaya Indonesia. Sejak membuka pintunya di bulan Februari, properti bintang lima ini telah menarik perhatian dunia melalui keindahan interior dan arsitekturnya yang merepresentasikan warisan budaya Indonesia. Ketika berbicara mengenai penghargaan akan kerajinan Indonesia, resor bintang lima memiliki visi yang sama dengan penasihat seninya, yaitu Happy Salma. 

Rasa cinta mereka terhadap seni budaya tercermin pada kolaborasi kerajinan dan penghargaan akan seni dan kerajinan Indonesia. Digelar di tanggal 25 Agustus 2019 lalu, The Apurva Kempinski Bali dan Tulola Jewelry milik Happy Salma telah menggelar pameran kerajinan yang menampilkan koleksi keluaran terbaru dari Tulola, yaitu “Perjalanan Kenangan”. Tak hanya itu, produk kerajinan dan demonstrasi dari Asha Curated Boutique and Gallery juga ditampilkan di Kapel Amala dan Kimaya yang terletak di The Apurva Kempinski Bali. Dengan berbagai macam karya seni dan kerajinan, pengunjung diundang untuk menelusuri beragam koleksi, serta berpartisipasi langsung dalam proses pembuatannya. 

Bersama dengan Happy Salma dan Tulola, The Apurva Kempinski Bali pun menyelenggarakan “Special Recognition of Craftsmanship Award”, yang merupakan sebuah penghargaan kepada kurator dan pengrajin Indonesia yang telah mendedikasikan hidupnya pada seni, budaya, dan warisan Indonesia. Penghargaan khusus ini akan diberikan pada dua tokoh penting dalam kerajinan nusantara, Desak Nyoman Suarti, dan Edward Hutabarat yang kreasinya juga dipertunjukkan di antara karya seni lain selama pameran.

Art of Macrame

Seni telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sosok Desak Nyoman Suarti. Ia bertumbuh dalam lingkungan yang kental akan seni tradisional Bali, dan beliaupun dikelilingi oleh artis, musisi, aktor, dan penari. Ayah dari Suarti merupakan seorang pelukis dan Ibunya juga diakui sebagai salah satu pemain drama tradisional di Bali yang memikat. Karirnya di dunia mode dan perhiasan dimulai di New York di mana ia mempelajari ilmu desain di New York University. Suarti kemudian ditemukan oleh Henri Bendel – ikon merek mewah di New York yang akhirnya menampilkan mahakarya milik Suarti yang akhirnya menarik perhatian dunia. Sejak saat itu, ia kemudian mendapat tawaran untuk merancang koleksi perhiasan di beberapa merek fashion papan atas sembari mengikuti pameran dagang dan muncul di jaringan home-shopping. Setelah kembali ke Indonesia pada tahun 1990, ia membuka Suarti Design Center dan mendirikan Luh Luwih Foundation yang mendorong perempuan Bali untuk mengeksplorasi seni lokal. 

Pada persaingan industri yang sangat ketat dan inovasi mode yang tak kunjung padam, seorang kurator seni seperti Edward Hutabarat tetap konsisten menjaga visinya dalam melestarikan budaya dan warisan Indonesia. Dikenal karena keistimewaan idealismenya, Edward, yang biasa dipanggil Edo oleh teman-temannya, tercatat telah menggelar pameran-pameran bergengsi seperti Tangan – Tangan Renta Lurik Indonesia dan yang baru saja digelar Glorious of Palembang. Edo memulai karirnya di dunia fashion design pada tahun 1980-an dan ia telah diminta untuk mengembangkan Batik Jambi dan Songket. Sejak itu, ia memuja kain tradisional nusantara dan selalu memadukan elemen warisan budaya Indonesia dalam setiap mahakaryanya.

Menitik beratkan kepercayaannya dalam semboyan bangsa yakni “Bhineka Tunggal Ika”, The Apurva Kempinski Bali mengenalkan dirinya sebagai wujud sejati dari budaya dan kerajinan Indonesia, yang dikurasi oleh ratusan pengrajin Indonesia. Perayaan kerajinan Indonesia ini diselenggarakan dengan semangat “curated”, yang merupakan salah satu pilar dari empat pilar yang dimiliki resor ini. Pameran seni dan kerajinan ini diselenggarakan pada 26 – 31 Agustus 2019, yang juga menampilkan berbagai produk kerajinan dan demonstrasi dari pengrajin Asha Curated Boutique dan Galeri. Koleksi dari produk kerajinan yang turut serta adalah sebagai berikut: Tenun – sebuah produk tenun dari Tarum Bali, kesenian macramé, pahatan cangkang, serta kesenian janur.  

“Pameran ini bukan hanya sekedar pagelaran seni dan budaya biasa. Ini merupakan bagian dari perjalanan panjang dan berkesinambungan untuk menghargai dan melestarikan kearifan budaya Indonesia, yang telah mendarah daging dari generasi ke generasi. Selalu menjadi kesenangan pribadi bagi saya untuk menjadi sebuah bagian dari perhelatan seperti ini, dan bersama The Apurva Kempinski Bali saya menanti untuk membawa warisan budaya Indonesia ke barisan terdepan,” kata Happy Salma, Penasihat Seni di The Apurva Kempinski Bali.