Berbisnis Online, tapi Gaptek?

0
146
Gambar oleh justynafaliszek dari Pixaba

Bisnis online kian marak. Siapa yang tidak kenal Tokopedia, Blibli, Shopee, Bukalapak, Lazada, dan sejenisnya. Banyak pedagang memasang lapaknya di platform tersebut, dan hasilnya cukup memuaskan. Tidak sendikit pula yang buka toko online sendiri – tanpa perlu mempunyai lapak secara fisik, dan ternyata bisa mendatangkan pembeli yang berlimpah, tentu mendatangkan untung pula.

Pasti tidak sedikit yang ingin terjun ke bisnis online, tapi masih takut-takut karena tidak mengerti caranya, bahkan gaptek pula.

Kalau rajin baca-baca di internet, tentu Anda akan tahu caranya, serta paham bagaimana menjalankan bisnis secara online. Berikut beberapa pointers yang harus Anda ketahui – disarikan dari berbagai sumber, sebelum Anda memulai bisnis daring.

Menentukan produk yang dijual

Menentukan dan memahami produk yang dijual itu penting – bahkan wajib mengetahui sedetil-detilnya. Mengetahui kualitas produk, serta bisa menentukan harga jual yang pantas, sesuai mutu dan value-nya.

Pahami selera pasar, sehingga Anda tidak salah memasarkan produk yang memang benar-benar dibutuhkan konsumen. Pastikan produk yang Anda pasarkan banyak yang mencari di Google. Gunakan Google Keyword Planner untuk mengetahui seberapa besar minat pasar terhadap barang tersebut. Kalau volume pencarian dari barang tersebut terlampau tinggi, maka tinggi pula persaingannya di pasaran. Pertimbangkan untuk mencari varian unik dari barang tersebut, yang masih jarang dijual orang lain, tapi disukai.

Riset kompetitor

Anda harus tahu betul kompetitormu. Lakukan riset, buka saja platform marketplace, bagaimana penjualan serta review produk-produk seperti itu. Dari sinilah, Anda bisa menentukan positioning produk Anda, sehingga berbeda dibanding yang lainnya, serta mempunyai daya jual.

Mencari pemasok

Membuat produk sendiri memang lebih baik, tapi menjadi reseller juga tidak ada salahnya. Apa pun yang Anda pilih, tentu Anda harus mengetahui, dari mana barang tersebut didapat – barang jadi atau setengah jadi yang perlu diproduksi lagi. Coba datangi sentra-sentra pengrajin. Atau, bisa juga mencari supplier dari marketplace, dalam negeri maupun luar negeri seperti Alibaba. Di toko online asal China tersebut banyak sekali barang murah tapi berkualitas yang bisa diandalkan.

Anda juga bisa menjajaki kerjasama sebagai dropshipper. Di Indonesia ada Supplier, Dusdusan, atau Bandros, yang menawarkan kerjasama seperti ini.

Gambar oleh Photo Mix dari Pixabay

Membangun merek

Brand atau merek itu penting, bahkan menjadi citra produk itu sendiri. Perlu dibangun terus-menerus, agar sebuah produk mempunyai nilai lebih, tidak sekadar komoditi. McDonald, Starbucks, Nike, Hermes, untuk sekadar menyebut contoh, menunjukkan betapa brand mampu menancapkan namanya ke benak banyak orang, sehingga konsumen pun rela merogoh koceknya untuk mendapatkan produk-produk dengan merek-merak tersebut.

Promosi, gratis ataupun berbayar

Hal yang penting untuk mengenalkan produk ke calon konsumen adalah dengan cara berpromosi. Dulu, promosi yang paling sederhana adalah dengan menyebarkan brosur. Di online kini lebih gampang, lewat media sosial, seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan lain-lain. Bisa gratis dengan memasang status yang menarik perhatian, tapi kalau ingin lebih cepat, pakai program berbayar – yang caranya tentu bisa dipelajari.

Kalau Anda masih bingung, ada baiknya pelajari lebih lanjut.

 KLIK DI SINI