Pameran seni Art Moments telah berakhir

0
82

Pameran seni perdana ini dihadiri oleh lebih dari 10.000 pengunjung 

Art Moments Jakarta, pameran seni kontemporer terkemuka di Indonesia, telah berakhir dan ditutup dengan penjualan cemerlang yang mendorong kepercayaan terhadap pasar seni kontemporer di Asia Tenggara (7/8). Diselenggarakan di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel, 3 – 5 Mei 2019, banyak galeri yang berpartisipasi melaporkan tanggapan positif dari pengunjung dan telah menyatakan minat untuk berpartisipasi dalam Art Moments berikutnya. 

Pameran seni ini telah menarik lebih dari 10.000 pengunjung dan kolektor seni terkenal seperti, Alex Tedja, Rudi Akili, Deddy Kusuma, Haryanto Adikusumo, Iwan Lukminto, Michael Widjaja, Dato Noorazman, Pakharuddin, Hans Sy, Axton Salim, Arif Suherman, Susan Santoso, Christina Lim, Irwan Pean, Kwee Leong Keng, sejumlah Duta Besar dari Jepang, Filipina, dan Australia, serta masih banyak lagi. 

Sejumlah karya seni dari seniman ternama telah berhasil terjual, di antaranya adalah lukisan dari Mr., seniman neo-pop Jepang, karya seni pahat oleh Li Chen dan G. Sidharta, serta lukisan dari Banksy, Handiwirman, dan Agus Suwage. 

Sejumlah nama besar pun turut meramaikan pameran seni perdana ini, seperti Perrotin, Gajah Gallery, Nadi Gallery, hingga balai lelang terkemuka Phillips. 

“Kami mengumpulkan sekelompok karya seni yang kuat dan beragam dari seniman- seniman kontemporer internasional yang paling dicari untuk Art Moments Jakarta, termasuk seniman seperti KAWS, Banksy, Damien Hirst, Yayoi Kusama dan Natee Utarit. Kami mendapat pengalaman yang positif selama mengikuti Art Moments Jakarta, karena respons yang luar biasa dari pengunjung serta kolektor seni selama pameran,” ujar Sandy Ma, International Specialist dari Phillips. 

Sejalan dengan komentar dari Phillips, Lawangwangi Art Space yang berbasis di Bandung, juga menyatakan kepuasannya mengikuti ajang Art Moments Jakarta. Menurut Andonowati, pemilik Lawangwangi, penjualan yang diperolehnya selama pameran sangat signifikan. 

D Gallerie yang mempersembahkan karya seni dari seniman graffiti art asal Perancis, Cyril Kongo, memiliki tantangan tersendiri dengan membawa karya seni pahat setinggi 2 meter. “Layout yang lebar di Art Moments Jakarta memudahkan saya untuk mengatur setup artwork,” ujar Esti Nurjadin, pemilik dan direktur D Gallerie. “Kebetulan karya seni yang saya bawa merupakan street art, namun ternyata vibe yang saya dapat dari Art Moments ini adalah urban art, sehingga cocok.” 

Waktu pameran yang diadakan hanya beberapa saat setelah pemilihan umum pun tidak memiliki dampak negatif, seperti yang diakui oleh Christina Gouw, dari CG Art Space, “Awalnya kami sempat khawatir karena waktu pameran yang bertepatan dengan beberapa acara lainnya dan hanya beberapa saat setelah pemilihan umum lalu. Tapi ternyata pameran itu sukses, dari hari pembukaan, hingga hari kedua dan ketiga. Penjualan kami juga bagus.” 

Leo Silitonga, pendiri dan fair director Art Moments Jakarta, mengatakan, “Art Moments telah menunjukkan bahwa pameran ini telah menjadi wadah yang baik untuk menghubungkan galeri dengan pecinta seni dan pembeli, dan memperluas jangkauan networking mereka secara internasional. Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua mitra kami, sponsor, galeri yang berpartisipasi, rekan-rekan media dan pengunjung untuk membuat Art Moments sukses. Kami pasti akan kembali untuk menyajikan pertunjukan yang lebih besar dan lebih baik tahun depan.”