The Body Shop® Dukung Program Kopernik – Edukasi Mengenai Sampah Plastik

0
414
Pixabay

Indonesia merupakan negara penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia. Setiap tahun lebih dari 1,3 juta ton plastik dibawa oleh sungai-sungai ke laut di Indonesia yang dikenal sebagai tempat yang memiliki bio diversity paling beraneka ragam di dunia.

Diperkirakan, pulau Bali menyumbang hingga 110.000 ton sampah plastik ini setiap tahun. Kemasan plastik sekali pakai sangat populer di Bali dengan kantong plastik, botol, dan sachetproduk kecantikan yang digunakan di seluruh pulau. Pada November 2017, “darurat sampah” diumumkan di Bali setelah banyak pantai yang populer dengan turis dibanjiri dengan sampah.

The Body Shop® telah dikenal sebagai beauty brand yang peduli dan secara konsisten menjalankan aksi-aksi sosial dan lingkungan. Terkait dengan sampah plastik, The Body Shop® mempunyai program yang bertujuan untuk mengurangi sampah plastik, yaitu Bring Back Our Bottle (BBOB).

Pixabay

Bring Back Our Bottle (BBOB) adalah program yang mengajak pelanggan The Body Shop® untuk mengembalikan kemasan kosong produk The Body Shop® yang akan dikumpulkan dan hasil pengolahannya digunakan untuk pemberdayaan masyarakat. Selain itu, BBOB juga merupakan program edukasi kepada customer dan publik untuk bertanggung jawab terhadap produk kemasan plastik yang telah digunakan sehari-hari dengan tidak menambah timbunan sampah di lingkungan sekitar ataupun Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Masih terkait dengan aksi untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang sampah plastik, The Body Shop® mendukung Kopernik dalam memproduksi serial video edukasi Pulau Plastik. Pulau Plastik adalah seri edutainment delapan bagian yang mengeksplorasi masalah pengelolaan sampah di Bali dan sekitarnya serta dampak plastik pada lautan dan kehidupan laut. Setiap episode akan diikuti oleh kampanye media sosial dan ajakan bertindak, menyoroti solusi yang dapat dilakukan oleh individu untuk mengurangi dampak limbah mereka atau mempengaruhi perubahan kebijakan untuk memperbaiki peraturan limbah pemerintah.

Serial video ini juga akan mengadopsi pendekatan antropologis dan budaya yang dirancang untuk pemirsa lokal dan ditujukan untuk mengubah sikap dan perilaku terhadap limbah dan mempromosikan praktik pembuangan limbah yang lebih baik. Untuk menjangkau pemirsa sebanyak mungkin, Pulau Plastik juga akan disiarkan di stasiun televisi lokal Bali maupun televisi nasional dan juga melalui social media channel (Youtube, Instagram & Facebook).