75 Persen Transaksi Online Terjadi di Ponsel

0
36

Dominasi ponsel saat ini telah banyak mengubah pola perilaku konsumen dalam beberapa aspek, termasuk dalam berbelanja di platform e-commerce. ​

Google dan Temasek memperkirakan lebih dari 90% pengguna internet di Asia Tenggara menggunakan ponsel pintar sebagai perangkat utama. Di samping itu, studi e-commerce dari Frost & Sullivan’s juga menguatkan bahwa ​saat ini terjadi peningkatan tren konsumen yang semakin suka menggunakan aplikasi mobile​.

Berdasarkan studi ​Shopback, terkait dominasi aplikasi ponsel di industri e-commerce, aplikasi ponsel menyumbang traffic paling banyak di platform e-commerce saat ini. Munculnya fitur inovasi di platform e-commerce guna menciptakan aktivitas lain selain melakukan pembelian, menjadi salah satu alasan peningkatan traffic melalui aplikasi ponsel. Seperti, Shopee Shake, yang mengharuskan pengguna untuk menggoyangkan perangkat seluler mereka secepat mungkin.

Hingga saat ini, tercatat lebih dari 100.000 pengguna berpartisipasi hanya dalam beberapa hari setelah peluncurannya. Selain itu, ada fitur Slash it dari Lazada, yang diluncurkan bersamaan pada Shopfest di September 2018. Fitur ini membuat pengguna mengajak lebih banyak temannya untuk mendapatkan lebih banyak potongan harga.

Indra Yonathan, Country Head of Shopback Indonesia ​mengatakan selain meningkatkan traffic di platform e-commerce, aplikasi ponsel juga terbukti mampu meningkatkan volume pemesanan secara online. “Data transaksi Shopback menunjukkan, aplikasi ponsel menyumbang 3⁄4 volume pemesanan secara online. Dari lima negara di database Shopback, Indonesia tercatat sebagai negara kedua yang menampilkan preferensi terkuat dalam hal pembelian melalui aplikasi mobile, setelah Thailand.”

Berdasarkan data Shopback, revenue yang dihasilkan satu hari festival belanja ini, setara dengan 3⁄4 r​evenue ​sebulan di 2017.

Di samping itu, menurut Yonathan, peningkatan volume pemesanan di platform e-commerce juga tidak lepas dari beragam inovasi pemasaran dari pelaku e-commerce, seperti pelaksanaan festival belanja online. “Beragam jenis festival belanja dari pelaku e-commerce, yang menawarkan promo khusus serta potongan harga, masih menjadi bagian penting bagi para pelaku online ritel, seperti festival belanja 11.11 dan Harbolnas pada 12 Desember mendatang. Festival belanja ini menyumbang revenue paling besar selama periode akhir tahun. Berdasarkan data Shopback, revenue yang dihasilkan satu hari festival belanja ini, setara dengan 3⁄4 r​evenue ​sebulan di 2017.”

Shopback merupakan platform gaya hidup yang mendukung masyarakat untuk dapat belanja hemat dan cermat, dengan memberikan berbagai kemudahan dan keuntungan kepada konsumen. Shopback memberikan cashback hingga 30% kepada masyarakat yang melakukan pembelian di platform Shopback. Bukan itu saja, Shopback juga memberikan informasi mengenai promo-promo yang sedang berlangsung di platform mitra e-commerce.

Tentang ShopBack

ShopBack merupakan pelopor solusi belanja cermat dan hemat di wilayah Asia Pasifik yang menyediakan portal gaya hidup untuk mendukung keputusan pembelian konsumen secara lebih cermat dan hemat. Saat ini, ShopBack mendominasi pasar ecommerce Cashback yang ada di Asia Tenggara, tepatnya di beberapa negara seperti Singapura, Malaysia, Indonesia, Filipina, Thailand, Taiwan dan Australia di mana hingga kini terjadi 1.600 transaksi setiap jamnya.

ShopBack membuat belanja Anda menjadi lebih cermat dan hemat dengan menyediakan Cashback lebih dari 30% bagi para pelanggannya, dan juga menyediakan solusi pemasaran yang terjangkau dan efektif bagi para mitra dagangnya.

Dengan lebih dari 1.500 mitra dagang, termasuk di dalamnya Shopee, Expedia, dan Lazada, ShopBack akan tetap berjuang keras untuk memberikan pengalaman belanja lebih cermat dan hemat bagi para pelanggannya.

Kunjungi ​shopback.co.id atau unduh aplikasinya di ​iOS dan ​Android untuk meningkatkan pengalaman belanja Anda.