Melaka A Gateway to Historic Malaysia

0
67

MALAYSIA tidak hanya Kuala Lumpur. Banyak wilayah yang tak kalah menariknya di negera jiran ini, salah satunya Melaka. Bahkan negara bagian yang pernah dijajah Portugis pada tahun 1511 ini terkenal dengan sejarahnya, awal mula kelahiran Malaysia.

Kota ini dahulu merupakan ibu kota Kesultanan Melaka dan pusat peradaban Melayu. Pada abad ke 16, Melaka juga dikenal sebagai pusat pedagangan maritim utama. Pedagang-pedagang yang datang dari Arab, China, India, dan Eropa, turut meramaikan. Mereka datang ke Melaka untuk berbinis sutra, rempah-rempah, emas, dan porselin.

Melaka dikenal dengan negara warisan dunia yang diakui oleh UNESCO, pengakuannya bersamaan dengan George Town (Penang), pada 7 Juli 2008.

Kini, Melaka menawarkan berbagai produk wisata, paling tidak ada beberapa yang menawarkan: sejarah, budaya, rekreasi, olah raga, kesehatan, konvensi, pendidikan, agro, kuliner, ekowisata, “membeli-belah”, dan Melaka Rumah Keduaku.

Dengan slogan Melawat Melaka Bersejarah Berarti Melawat Malaysia dan Melaka Bandaraya Warisan Dunia Melaka UNESCO, Melaka menawarkan berbagai keunikan budaya – Melayu, China, India, Portugis, Peranakan, Chitti, dan lain-lain.

Dalam rangka menarik wisatawan asing, Melaka mencanangkan program Tahun Melawat Melaka 2019 atau Visit Melaka Year 2019. Mereka ingin mememperkenalkan kebudayaan dan keunikan mereka dengan tema Melaka A Gateway to Historic Malaysia.

Kalender acara wisata sepanjang 2019 akan dipenuhi oleh berbagai atraksi wisata yang menarik, mulai dari acara kebudayaan hingga konser musik bertaraf internasional. Anak muda dan generasi milenial menjadi sasaran utama program ini.

Kampanye VMY 2019 ini juga memanfaatkan konsep “smart tourism”, dengan dukungan berbagai pihak, bertujuan agar Melaka mempunyai daya saing yang tinggi di bidang pariwisata dan menjadikan sektor penyumbang utama kepada pembangunan sosio dan ekonomi Negeri Melaka.

EXCO Pelancongan, Warisan dan Kebudayaan Negeri Melaka, YB Tuan Muhammad Jailani bin Khamis telah meresmikan kampanye VMY 2019 pertama kalinya di Jakarta, 21 September 2018. Termasuk memperkenalkan logo resmi VMY 2019, yang diilhami oleh rumah tradisional Melaka, dengan hiasan lantai berwarna-warni.

Acara launching tersebut dikemas dalam sebuah perjamuan makan malam dengan suguhan kuliner khas Malaysia, khususnya Melaka. Tak kurang dari 700 tamu yang bergerak di bidang tur dan pariwisata yang hadir, termasuk dari Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta dan Kerajaan Negeri Melaka melalui Tourism Melaka.

Selain itu, Tourism Melaka juga mengadakan Melaka Week @ Jakarta, yang berlangsung 20 – 25 September 2018 di Hotel Santika Premier Hayam Wuruk, Jakarta.

“Tahun 2019 adalah langkah yang sangat penting bagi industri pariwisata Melaka – di mana kami menjadi tuan rumah Tahun Melawat Malaysia 2020. Pada tahun sebelumnya, Negeri Melaka menyumbang 20 juta turis asing dengan jumlah pendapatan RM24 miliar,” ujar YB Tuan Muhammad Jailani.

Tahun ini, Melaka memperkenalkan obyek wisata baru Encore Melaka, teater bertaraf internasional yang dengan fasilitas sistem pencahayaan dan akustik terkini, menampilkan pertunjukan budaya Negeri Melaka secara live. Inilah teater terbesar di Asia yang bisa memuat 2.000 orang, dan mempunyai platform yang berputar 360 derajat.

Kini tak kurang dari 789 obyek wisata yang dijual Melaka, termasuk Menara Taming Sari dan Melaka River Cruise.

Berikut pendukung VMY 2019 yang turut serta dalam misi di Jakarta, di antaranya adalah Menara Taming Sari, Melaka River Cruise, Perbadanan Muzium Melaka, Institut Seni Malaysia Melaka, Mahkota Medical Centre, Hotel MITC Melaka, Hotel Hatten Melaka, Hotel Muzaffar Melaka, Hotel Settlement Melaka, Majlis Bandaraya Melaka Bersejarah, Majlis Perbandaran Alor Gajah, Perbadanan Kemajuan Negeri Melaka, Persatuan Pelancongan Negeri Melaka, Persatuan Bajet Hotel Melaka, Ismah Beach Resort, Hotel Dam Som Inn, Rumah Makan Cibiuk, A Famosa Resort dan Tanjung Bidara Resort.