Rakernas ASPI ke VIII dan Seminar “SPA Business in Digital Era”

0
200
Photo by Katherine Hanlon on Unsplash

RAKERNAS Asosiasi SPA Indonesia (ASPI) VIII 2018 suskes terselenggara pada Jumat, 3 Agustus 2018 di Swiss Bell Hotel, Kalibata, Jakarta.

ASPI merupakan salah satu organisasi nasional di bidang SPA yang beranggotakan para ahli spa, para pendidik spa, dokter, profesional, dan pengusaha di bidang kecantikan dan usaha lain yang mendukung industri kesehatan dan SPA.

SPA, ada yang mengartikan sebagai “Santé Par Aqua”, tapi banyak yang meyakini, SPA adalah nama desa kecil di selatan Belgia yang mempunyai sumber air mineral dan digunakan sejak masa Romawi untuk tetirah para raja di Eropa.

Rakernas ASPI kali ini juga dibarengi dengan seminar dengan tema “SPA Business in Digital Era”. Perkembangan dunia usaha selalu sinergi dengan perkembangan teknologi, maka diperlukan penambahan wawasan, pengembangan pengetahuan dan ketrampilan seorang terapis dan atau pengusaha SPA. Seminar ini memberikan pemaparan mengenai business in digital era, harmonisasi regulasi dan sustainable innovation on spa yang  dibawakan oleh para pakar di bidangnya yaitu, Burhan Abe, M. Asyhadi SE.M.Pd, dan Annie Savitri SE.PGD.I.A.DIPL CIDESCO.

Acara ini dihadiri anggota DPP ASPI perwakilan daerah se- Indonesia, profesional SPA, pengusaha SPA, produsen produk SPA, dan yang terkait. Kegiatan berlangsung dari pagi hari dengan diawali agenda Rakernas yang bertujuan untuk penguatan organisasi pada level DPP dan DPD, memahami benefit sebagai member ASPI, menambah pengetahuan keterampilan di bidang SPA dan menambah hubungan jaringan usaha, hubungan sesama profesi, dan masyarakat.

Acara ini turut dihadiri oleh Pejabat Kementrian Pariwisata sekaligus membuka kegiatan yaitu Deputi Pengembangan Destinasi Pariwisata, Dadang Rizky Ratman SH, MPA, dihadiri juga oleh Sekretaris Deputi Pengembangan SDM dan Kelembagaan Dra. Riwud Mujurahayu MPd dan Pendiri ASPI Dr. BRA Mooryati Soedibyo.

Di sela-sela rakernas, disajikan snack tradisional Nusantara yang dibawa oleh para ketua DPD se-Indonesia. Juga sebelumnya, ada presentasi-presentasi dari para sponsor yaitu Taman Sari Royal Heritage SPA Mustika Ratu, Martha Tilaar SPA, Ciater Resort SPA, dan Cosmed.

Perkembangan dunia usaha sinergi dengan teknologi, maka diperlukan penambahan wawasan dan pengetahuan seorang terapis atau pengusaha spa.

Sejarah ASPI

Berbagai strategi dan upaya banyak dilakukan para pengusaha SPA untuk selalu mendapatkan informasi pengetahuan yang selalu up to date dalam perubahan tersebut untuk lebih mendekatkan diri pada pelayanan yang dibutuhkan pasar konsumen yang selalu berkembang untuk mendapatkan manfaat SPA secara paripurna. Dengan adanya ASPI jelas menjadi wadah komunitas dan organisasi yang sangat bermanfaat dalam menggerakan industri spa di tanah air.

Hal ini tak lepas dari sejarah pendirian ASPI sendiri yaitu pada awal tahun 1999 terinspirasi dari International SPA Association disingkat ISPA mengadakan International Spa Summit di Singapore. Ny. Dr. BRA. Mooryati Soedibyo (Pendiri ASPI Indonesia) saat itu sebagai anggota ISPA juga diundang untuk berbicara di forum tersebut. Sebagian besar peserta International SPA Summit tersebut adalah anggota-anggota dari perhimpunan pengusaha industri SPA dari negara masing-masing.

Pengalaman di ‘SPA Summit’ tersebut menginspirasi para pengusaha industri SPA Indonesia yang hadir dalam forum tersebut, untuk mendirikan perhimpunan pengusaha SPA di Indonesia.

Sekembalinya di tanah air, diadakan serangkaian pertemuan yang diprakarsai Ny. Dr. BRA. Mooryati Soedibyo dan berhasil menyusun kepengurusan organisasi sebagai wadah pengusaha SPA di Indonesia dan diberi nama Asosiasi SPA Indonesia disingkat ASPI.

Kemudian pendirian ASPI dikukuhkan Menteri Pariwisata, Seni dan Budaya RI, Marzuki Usman pada 24 April 1999 sebagai wadah tunggal para pengusaha industri SPA di Indonesia.

Saat ini Ketua Umum ASPI peride 2017-2022 dipegang oleh Ny. Hj. Erwina Soewarma, pemilik Ciater SPA Resort di Subang, Jawa Barat.

Kemeriahan kegiatan Rakernas ASPI VIII dan seminar tersebut tentunya akan dilanjutkan dengan sinergi dalam pelaksanaan program kerja baik di pusat maupun di daerah sehingga semua pihak dapat berkontribusi aktif dalam memajukan idustri SPA Indonesia sehingga terus berkembang pesat ke mancanegara, mengedepankan kearifan lokal, meningkatkan perekonomian di daerah dan menjadi gerbang pariwisata Indonesia.