Piccolo, untuk Penikmat Kopi dengan Rasa Pas

0
975
Thanks to Emily Rudolph for sharing their work on Unsplash.

BERBAGAI varian penyajian kopi telah dibuat seiring semakin membesarnya jumlah penikmat kopi di dunia.

Setiap varian memiliki komposisi dan keunikan yang berbeda. Variasi favorit bahkan kemudian dipercaya dapat menunjukkan karakter kepribadian seseorang. Percaya atau tidak, terserah Anda.

Salah satu basicĀ penyajian kopi adalah espresso. Espresso dibuat dengan mengaliri bubuk kopi dengan air panas bertekanan tinggi. Metode ini menghasilkan hasil ekstraksi dengan kepekatan tinggi. Namun demikian, citarasa espresso tetap bergantung pada jenis kopi yang digunakan. Espresso umumnya disajikan dalam satuan gelas kecil berukuran 20-30 ml. Untuk menetralkan, penyajian espresso didampingi dengan air minum.

Namun tidak semua penikmat kopi membutuhkan sajian dengan citarasa dan khasiat kopi yang kuat. Untuk memenuhi kebutuhan itu, espresso divariasikan dengan campuran lain, biasanya susu, agar diperoleh minuman kopi yang lebih ringan. Varian turunan espresso antara lain cappucino, americano, flat white, piccolo, dan lain-lain.

Piccolo adalah varian penyajian espresso dengan tambahan susu yang sangat sedikit. Piccolo disukai karena rasanya yang tidak pekat, tidak manis, namun juga tidak pahit, sangat pas di mulut. Rasa asam khas pada kopi cukup dapat diseimbangkan dengan adanya komposisi susu yang sedikit itu. Piccolo disajikan dalam gelas kecil dengan ukuran lebih kecil dari latte, namun lebih tinggi dari macchiato.

Standar komposisi piccolo tidak memiliki ukuran pasti. Umumnya, piccolo dibuat dengan mencampur single espresso slotĀ (cangkir kecil, sloki) 30 mldengan susu yang telah dipanaskan pada gelas atau cangkir ukuran 80 ml. Ada pula yang membuat piccolo dengan mencampur double ristretto 20 ml, namun tetap dengan gelas saji ukuran 80 ml. Apapun pilihan komposisinya, rasa piccolo tetap pas di mulut.

Untuk menambah menariknya sajian, di bagian atas piccolo ditambahkan froth tipis dan dihias seperti latte art.Lapisan tipis froth ini hanya sebagai hiasan, rasanya tidak akan mempengaruhi rasa pas piccolo bagi penikmatnya. Namun sebagian orang tetap mementingkan tampilan sajian. Tak jarang bahkan sajian yang menarik ini menjadi bahan untuk menambah koleksi foto viral di media sosial. Bagi penyaji kopi, ini menjadi promosi tersendiri. Oleh karena itu, kafe dan rumah minum kopi biasanya berlomba menyajikan tampilan terbaik.

Photo by NATHAN MULLET on Unsplash

Varian turunan espresso antara lain cappucino, americano, flat white, piccolo, dan lain-lain.

Piccolo cocok dinikmati untuk kebutuhan kafein yang cukup tinggi atau bagi penikmat kopi yang menyukai rasa kopi yang kuat. Ukuran penyajian yang tidak terlalu besar relatif aman dan tidak membuat mual, kecuali jika penyajian dilakukan berulang. Bagaimanapun cara Anda menikmati piccolo, tetap kembalikan pada kebutuhan kafein dan toleransi tubuh Anda.

Tidak semua manusia dikaruniai toleransi tinggi terhadap kafein. Bagi Anda yang sebelumnya bukan penikmat kopi, temukan sendiri toleransi Anda. Untuk mengetahui tingkat ketahanan ini, lakukan tes terhadap tubuh Anda, dimulai dari konsumsi kafein yang rendah. Secara bertahap, tingkatkan asupan kafein. Pada titik dimana konsumsi kafein membuat Anda mual dan mengganggu siklus tidur, bahkan pada beberapa orang justru dapat mengganggu emosi dan konsentrasi, artinya toleransi Anda telah terlewati.

Batas toleransi ini dapat digunakan sebagai acuan dalam mengkonsumsi kopi. Piccolo cocok dikonsumsi oleh orang yang toleransi kafeinnya tinggi. Apalagi jika piccolo dibuat dari kopi jenis robusta yang memiliki kadar kafein lebih tinggi. Tujuan pembatasan konsumsi ini semata demi menjaga kesehatan dan agar manfaat kopi dapat dirasakan dengan semestinya oleh penikmat kopi. (Burhan Abe)