Espresso, induk kopi gaul

0
314

TIDAK bersemangat berangkat ke tempat kerja dan memulai hari kerja? Bangkitkan semangat dengan meminum espresso. Namun jangan mengkonsumsi espresso dengan cara yang salah. Apa saja kesalahannya? Mari simak.

Espresso adalah minuman kopi yang dibuat dengan cara mengalirkan air panas bertekanan tinggi pada bubuk kopi. Perbandingan kopi dengan air yang umum digunakan adalah 1 : 5. Teknik pembuatan espresso secara sederhana adalah dengan memanaskan air sampai hampir mendidih (suhu 95oC) dan uapnya dilewatkan pada gumpalan padat dari bubuk kopi. Jadi, sebelum dialiri uap panas, bubuk kopi yang digiling sangat halus diletakkan pada alat penyaring dan dipadatkan.

Kadar kafein dalam satu shot espresso (20-30 ml) setara dengan jumlah kafein dalam satu gelas kopi dengan metode standar.

Tingkat kepadatan bubuk kopi dapat mempengaruhi minuman yang dihasilkan. Lama proses mengalirkan uap panas ini sekitar 20-30 detik. Hasil ekstraksi dengan metode ini berupa minuman kopi kental dan berkadar kafein tinggi. Kadar kafein dalam satu shot espresso (20-30 ml) setara dengan jumlah kafein dalam satu gelas kopi dengan metode standar. Oleh karena itu penyajian espresso dilakukan dengan ukuran kecil dan umumnya didampingi dengan satu gelas air minum.

Selain itu, rasa espresso juga dipengaruhi oleh jenis kopi yang digunakan dan cara pengolahan sejak dari masa penanaman. Oleh karena itu, pastikan kopi yang dibeli telah melalui proses produksi yang baik. Proses produksi dimulai dari proses penanaman di lahan yang sesuai, perawatan yang baik sehingga diperoleh buah yang tumbuh optimal. Saat tiba masa panen, pastikan kopi yang dipanen hanya yang sudah berupa red cherry.

Jenis kopi juga mempengaruhi rasanya. Kopi arabika memiliki rasa asam yang khas. Sedangkan kopi robusta khas dengan rasa pahitnya.

Red cherry kemudian dipisahkan antara biji dengan kulitnya. Setelah diperoleh biji yang bersih, biji dikeringkan dan kemudian dipanggang sesuai keperluan. Selanjutnya, biji hasil pemanggangan digiling. Untuk membuat espresso, penggilingan dilakukan sampai diperoleh bubuk kopi yang sangat halus.

Jenis kopi juga mempengaruhi rasanya. Kopi arabika memiliki rasa asam yang khas. Sedangkan kopi robusta khas dengan rasa pahitnya. Selain itu, kandungan kafein kopi robusta secara alami lebih tinggi daripada kopi arabika. Sehingga bila keduanya dijadikan espresso, rasa kopi robusta akan semakin kuat dan sangat pahit.

Beberapa kesalahan yang sering dilakukan penikmat kopi pemula adalah menambahkan sejumlah besar gula pada espresso dengan alasan rasanya pahit. Perlu disadari bahwa espresso dirancang untuk konsumsi kafein dalam jumlah besar di waktu singkat. Penambahan gula pada espresso akan mengurangi citarasanya. Bahkan bagi penikmat kopi sejati, hal ini bisa disebut sebuah dosa. Oleh karena itu, jika tidak menghendaki rasa kopi yang terlalu pekat dan pahit, sebaiknya tidak memesan espresso. Pesanlah minuman yang rasa kopinya lebih tipis, misalnya cafe latte atau cappucino.

Perlu disadari bahwa espresso dirancang untuk konsumsi kafein dalam jumlah besar di waktu singkat.

Kesalahan juga dapat dilakukan oleh barista. Kesalahan umum yang dapat terjadi di tempat kerja barista antara lain menggunakan air yang kualitasnya kurang baik. Akibatnya diperoleh rasa kopi yang kurang nikmat. Selain itu, air berkualitas buruk dapat merusak mesin espresso. Ada baiknya dilakukan perawatan dan pembersihan mesin espresso secara berkala.

Penggunaan biji kopi yang sudah lama dan disimpan di tempat lembab juga mengurangi kenikmatan espresso yang dihasilkan. Bubuk kopi yang digunakan juga harus dalam keadaan segar. Bukan dengan menggunakan kopi instan atau kopi yang proses penggilingannya sebulan sekali. Barista juga harus memahami komposisi air dan kopi untuk pembuatan espresso. Tidak kalah penting, espresso lebih nikmat disajikan dalam gelas kaca yang bersih. Bukan dalam gelas plastik.