Kopi instan, karya brilian manusia

0
134

JIKA ada pilihan antara kopi instan dengan kopi bubuk biasa, mana yang Anda pilih? Sebagian besar orang lebih memilih kopi instan dengan alasan lebih mudah dibuat dan tidak ada ampas. Kopi instan memang pernah dibuat untuk tujuan pengawetan hasil produksi berlebih dan memperpanjang masa simpan. Hal ini pernah dilakukan oleh Nestle.

Bagaimana sejarah perjalanan kopi instan? Saat pertama kali diperkenalkan pada kisaran tahun 1771 di Inggris dan 1853 di Amerika Serikat, diperoleh produk kopi instan yang cenderung menggumpal dan tidak dapat larut dengan stabil. Penelitian terus dilakukan untuk menyempurnakan produk ini. Tujuan memperoleh produk yang bisa diseduh dengan cepat dan tidak menyisakan asap telah diperoleh. Namun perlu terus dicari cara agar rasa kopi tetap pekat.

Tujuan memperoleh produk yang bisa diseduh dengan cepat dan tidak menyisakan asap telah diperoleh.

Pada tahun 1901, Sartori Karo dari Jepang berhasil menemukan teknik pembuatan kopi instan yang kelarutannya stabil. Karo menggunakan teknik yang serupa dengan yang dilakukannya untuk membuat teh instan. Pada 1906, George Constant Washington, ahli kimia Inggris yang menetap di Guatemala, berhasil mengembangkan proses komersial untuk pembuatan kopi instan. Produknya menguasai pasar kopi instan Amerika Serikat selama 30 tahun.

Sekitar tahun 1930, industri kopi Brazil mulai berusaha mendorong riset kopi instan sebagai usaha mengawetkan kelebihan produksi. Nestle adalah perusahaan yang menangkap peluang ini dan memproduksi Nescafe pada tahun 1938. Sampai sekarang produk ini masih menjadi salah satu penguasa pasar kopi instan. Selain untuk keperluan konsumsi masyarakat, kopi instan pernah sangat populer di kalangan prajurit Amerika. Bahkan Nestle pernah hanya memproduksi kopi instan hanya untuk keperluan militer.

Dalam perkembangannya, kopi instan telah mengalami banyak modifikasi. Mulai dari variasi capucino, mocacino, latte, white coffee, sampai produk kopi premium. Kopi instan juga menjadi favorit karena harganya yang bersahabat, tanpa perlu menambahkan gula dan tanpa ampas. Kopi instan banyak dijual di warung kaki lima sampai kafe. Tak jarang, kafe yang belum memiliki barista profesional, menyajikan varian kopi yang dibuat dari kopi instan.

Melihat perkembangan yang luar biasa ini, tentu jasa-jasa manusia yang telah melakukan riset dan usaha pengembangan kopi instan dapat dikategorikan sebagai orang yang luar biasa, brilian. Ide menyajikan kopi dengan cara ini tidak hanya menghemat waktu, bahan bakar, uang, dan tenaga.

Produk ini bahkan dapat menyelamatkan kelebihan produksi kopi dan menjadi metode penyimpanan kopi yang relatif panjang periodenya dan mudah. Namun metode penyimpanan yang salah, misalnya wadah yang kurang tertutup rapat, tetap dapat merusak kopi instan sehingga otomatis rasanya ikut berubah.

Apapun pilihannya, kopi tetap minuman favorit dalam segala suasana. Kopi relatif mudah dipadu padankan dengan makanan apapun. Manfaat kopi juga nyata.