Pembuat kopi basah dengan harga murah di Sulawesi Selatan

0
229

MENGOLAH kopi yang masih mentah atau baru diambil dari pohonnya biasanya melalui proses yang panjang. Apalagi jika sampai kering dan siap untuk dipanggang. Namun ada cara yang menjadikan pembuatan dari petani kopi menjadi lebih singkat, yaitu dengan membuat kopi proses basah.

Apa itu pembuatan kopi proses basah? Anda akan mendapatkan informasinya di bawah ini beserta tempat untuk mendapatkan pembuatnya yang memiliki harga murah.

Proses pasca panen yang dilakukan di kebun akan menentukan kualitas kopi.

Pembuatan kopi basah

Sebelum melakukan proses pembuatan kopi basah maka kopi harus diambil dulu dari pohonnya. Tentunya yang sudah matang dan bisa dipetik. Sesudah itu nanti para petani akan memprosesnya sampai menjadi biji kopi berwarna hijau. Tujuannya adalah untuk membersihkan buah dan kulit kopi yang masih ada di bagian kulit tanduk kopi.

Proses pasca panen yang dilakukan di kebun akan menentukan kualitas kopi. Setelah mendapatkan buah kopi maka selanjutnya dilakukan proses pencucian. Di sinilah proses atau metode basah itu ada. Jadi metode basah adalah salah satu proses pencucian dari buah kopi.

Metode basah bertujuan untuk menghilangkan kulit luar dan getah. Caranya adalah dengan menggunakan gesekan, air dan fermentasi. Sesudah buah kopi dipanen maka selanjutnya buah kopi akan diiris. Lalu diambil bagian kacang-kacangan di dalamnya secara utuh, selanjutnya lapisan terluarnya adalah satu-satunya yang tersisa.

Nah, biji kopi itulah yang nantinya akan terfermentasi. Fermentasi ini akan terjadi secara alami setelah empat atau enam jam dihilangkan dengan mesin. Nantinya lapisan kulit terluar akan pecah sendiri.

Pengolahan kopi basah yang murah

Salah satu daerah di Indonesia yang menghasilkan kopi dengan kualitas terbaik adalah Sulawesi Selatan. Namun selain itu masih banyak tempat di Bali, Jawa, dan Flores yang menghasilkan kopi. Biasanya berjenis Arabika. Sulawesi Selatan juga daerah yang memproduksi kopi basah paling banyak.

Pada tahun 2015 yang lalu saja telah memproduksi sekitar 1.229 ton kopi basah. Dengan metode basah itu akan membuat cita rasa kopi menjadi lebih khas lalu akan membuat tingkat keasamannya rendah, bodinya kuat, lalu aroma dan rasa manisnya tetap ada.

Proses pembuatan kopi basah ini hanya berlangsung maksimal sampai 2 hari. Oleh karena prosesnya yang sebentar maka harga jual kopi seperti ini murah sekali, yaitu hanya 14 ribu rupiah per liternya. Namun seringnya petani menjualnya kepada pedagang pengepul. Akan tetapi jika Anda ingin membelinya juga bisa.

Dibandingkan dengan membeli kopi yang sudah jadi tentunya harganya jauh berbeda. Contohnya untuk kopi gayo yang dijual di Aceh akan dijual seharga 65 ribu rupiah per kilogramnya. Itu pun untuk kopi dengan kualitas standar, jika ingin yang terbaik harganya 100 ribu rupiah per kilogramnya. Kopi ini diberi harga mahal karena melalui tahap pengeringan yang lama meski sama-sama masih berupa green bean.

Lalu kopi dengan proses basah di Aceh juga punya harga yang lebih mahal dibandingkan yang dari Sulawesi Selatan, yaitu 35 ribu per kilogram.

Jadi jika ingin mendapatkan kopi basah dengan harga murah bisa datang ke petani yang ada di Sulawesi Selatan.