Petani kopi mengalami masa sulit, bagaimana solusinya?

0
226

KOPI adalah salah satu jenis minuman yang paling terkenal di dunia. Bahkan industri kopi bisa mengembangkan sebuah negara apabila menjadikan kopi sebagai komoditas utamanya. Apalagi kita tahu bahwa ada banyak sekali kedai kopi di seluruh dunia, bahkan ada yang sangat terkenal. Namun apakah Anda tahu bahwa para petani kopi memiliki banyak sekali kendala atau masa sulit?

Ternyata, kesejahteraan petani kopi tidak berbanding lurus dengan ketenaran kopi sebagai minuman. Petani di Indonesia bahkan negara lain kerap mengalami masa sulit. Apa saja kesulitan-kesulitan petani kopi yang sering dialami.

kepopuleran kopi ke seluruh dunia bukan berarti membuat kehidupan petani sejahtera.

Kesulitan para petani kopi

Petani apa pun pastinya tidak akan luput dari yang namanya masa sulit. Bisa karena cuaca, dan hal lainnya. Begitu juga dengan petani kopi, kepopuleran kopi ke seluruh dunia bukan berarti membuat kehidupan mereka sejahtera.

Coffee cups and happy spirits

Salah satu hal yang paling membuat petani kopi memiliki masa sulit adalah mereka masih kurang diperhatikan. Apalagi bagi para petani yang ada di Indonesia, kesulitan ini biasanya terjadi karena kurangnya bantuan atau subsidi.

Biasanya mereka merasa kesulitan dalam mendapatkan pupuk dan bibit yang berkualitas. Oleh karena itu produktivitasnya menjadi rendah. Contohnya saja yang menimpa petani kopi di daerah Sumatera Selatan, seharusnya mereka bisa menghasilkan 2,5 ton hektar per tahunnya. Namun justru hanya menghasilkan 800 ton.

Padahal kopi Sumatera termasuk jenis kopi yang paling terkenal dari Indonesia. Bahkan sebanyak 70 persen kopi Sumatera diekspor. Berkurangnya jumlah hasil disebabkan oleh sulitnya petani dalam meremajakan kopinya.

Beda lagi dengan petani dari Kabupaten Pasuruan yang sulit sekali memasarkan hasil. Padahal potensinya sangat besar. Jenis kopi yang ditanam di daerah ini antara lain kopi Robusta dan Arabica. Biasanya di daerah ini masa panen akan Agustus dan September dan hasil panennya selalu melimpah. Namun justru membuat para petani menjadi bingung karena sulit dalam menjual hasilnya.

Oleh karena itu para petani jadi terpaksa untuk menjual hasil panennya langsung ke tengkulak. Pastinya mereka tidak bisa mendapatkan keuntungan yang banyak. Padahal jenis kopi torabika memiliki harga jual yang tinggi.

Menurut para petani, mereka bisa memasarkan kopi dengan lebih baik jika pemerintah memberikan perhatian lebih kepada mereka. Namun untungnya pemerintah Pasuruan berusaha membimbing para petani supaya kualitas dari hasil panennya semakin baik.

Dengan berbagai masalah  tersebut membuktikan bahwa petani kopi memang sering mengalami masa yang sulit. Terutama bagi petani yang ada di pelosok Indonesia.

Permasalahan paling sering adalah hasil panen yang tidak sesuai dengan jerih payah yang dilakukan.

Permasalahan ini memang ada yang sudah dicarikan solusinya tapi nyatanya masih banyak yang belum merasakan kesejahteraan. Padahal seharusnya mereka tidak mengalaminya karena kopi Indonesia sudah terkenal apalaho di luar negeri.

Semoga saja nanti petani kopi Indonesia bisa menjadi lebih sejahtera. Lebih mudah memasarkan produknya dan bisa mendapatkan hasil yang banyak.