Michelangelo dan secangkir espresso

0
369

SENIĀ pahat batu adalah salah satu cabang seni yang sedikit orang mau berkecimpung di dalamnya. Tantangan seni pahat batu adalah tingkat kesulitan pembentukan yang tinggi, karena batu bersifat keras. Berbeda dengan kayu yang relatif lebih lunak, seni pahat batu membutuhkan ketelitian sekaligus kekuatan seniman.

Di masa Michelangelo, seni pahat batu menjadikan seniman orang yang dikagumi. Karya-karya seniman pada masa itu masih tetap bertahan dan dilestarikan sampai hari ini. Karya seni mewakili jamannya adalah benar. Dari patung-patung yang ditinggalkan seniman pada masa lalu, manusia jaman sekarang dapat mengetahui kehidupan saat itu.

Dari pengetahuan semacam ini, manusia akan semakin arif dan mendapatkan pelajaran-pelajaran baru.

Seorang seniman seni pahat batu membutuhkan ketelitian tinggi. Sedikit salah memahat batu, hasilnya akan sangat berbeda dengan yang direncanakan. Kesalahan kecil ini bisa berakibat pekerjaan harus diulang kembali dari awal. Jika bahan masih tersedia, tidak masalah. Tetapi jika bahan yang digunakan sulit dicari, kondisi tersebut menjadi masalah besar.

Agar seniman dapat berkonsentrasi dengan baik, umumnya seniman akrab dengan kopi. Kopi mengandung zat kafein yang membantu menjaga konsentrasi dengan cara menghambat kerja adenosin. Dengan ditemani asupan kafein yang cukup, seniman dapat bekerja pada jamnya dengan maksimal.

Bagaimana cara mendapatkan racikan kopi yang kafeinnya terekstraksi maksimal? Salah satu cara yang dapat digunakan adalah melalui penggunaan mesin espresso. Mesin espresso mengekstrak zat-zat kimia yang terkandung dalam biji kopi melalui air panas bertekanan tinggi. Hasil esktraksi menggunakan mesin espresso adalah minuman kopi yang bercitarasa kuat, biasanya sedikit berbusa, dan cukup dikonsumsi dalam jumlah sedikit saja.

Penggabungan grinder, mesin espresso, dan ukuran bubuk kopi yang tepat perlu dipelajari, bahkan oleh seniman sekalipun.

Mesin espresso yang baik dapat menghadirkan rasa kopi yang kuat dan nikmat. Namun mesin ini tidak bisa bekerja maksimal jika ukuran bubuk kopi tidak sesuai. Oleh karena itu, penggabungan grinder, mesin espresso, dan ukuran bubuk kopi yang tepat perlu dipelajari, bahkan oleh seniman sekalipun.

Selain dalam proses berkarya, seniman biasanya juga akrab dengan kopi saat melaksanakan pameran. Dalam pameran, seniman tidak sekedar mempertunjukkan hasil karyanya. Seniman dituntut mampu mempresentasikan karya, berdialog dengan pengunjung, bahkan sebisa mungkin memberikan tambahan wawasan bagi pengunjung. Tak jarang, pameran seni juga diikuti dengan dialog atau lokakarya yang tidak hanya melibatkan seniman sebagai penyaji, tetapi juga orang awam sebagai rekan diskusi.

Dalam diskusi-diskusi semacam ini, hadirnya kopi akan sangat bermanfaat menjaga kondisi pikiran dan fisik seniman. Kopi juga bisa menghangatkan suasana, aroma yang dihadirkan dapat menenangkan. Dengan ditemani kopi, diskusi seni akan semakin berarti.

Jadi, saat seni bertemu dengan kopi, mari saling berbagi.