BALANCE

0
141

Peragaan Wisuda ‘Susan Budihardjo’ di Bali

Kehidupan yang seimbang selayaknya didapat dari ketenangan, dan kemapanan jiwa yang tinggi. Bagi manusia yang tinggal di daerah dengan alam yang tenteram mudah untuk mendapatkan keseimbangan hidup. Namun, untuk manusia modern yang berada di tengah hiruk pikuk denyut nadi perkotaan, meraih kehidupan yang seimbang merupakan sebuah tantangan besar.

Menyoroti bagaimana hidup imbang manusia perkotaan menjadi inspirasi utama yang dicanangkan oleh Lembaga Pengajaran Tata Busana Susan Budihardjo untuk menjadi sebuah persembahan koleksi mode bertema ‘BALANCE’.

“Saya mengajak anak-anak untuk mendalami makna keseimbangan hidup orang yang hidup di kota besar lalu menuangkannya menjadi peragaan wisuda, sekaligus persembahan koleksi tahunan sekolah”, ujar pimpinan LPTB Susan Budihardjo, Ibu Susan Budihardjo.

Mendalami makna adalah upaya untuk mengolah rasa dan menemukan jati diri perancang dalam berkarya. Boleh jadi setelah mahir, 10 murid yang diwisuda tahun ini menjadi terkenal seperti perancang-perancang senior lulusan lembaga ini. Di tengah arus mode dunia yang semakin laju sekolah ini terus melahirkan desainer terkenal seperti Anaz Khairunnas, Denny Wirawan, Dewa Made Weda Githapradana, Didi Budiardjo, Irsan, Sebastian Gunawan, dan membangun citra harum.

Persembahan peragaan yang berlangsung di Ballroom The Trans Resort, Bali, pada 27 Februari 2018, juga dimaksudkan untuk merayakan wisuda lulusan tahun 2017 sekolah yang telah berdiri 38 tahun lalu.

PERSEMBAHAN KHUSUS

Untuk memeriahkan peragaan, karya-karya yang segar, atraktif dan inspiratif dipersembahkan oleh desainer muda alumni LPTB Susan Budihardjo Bali, Jakarta, Semarang dan Surabaya.

Alumni dari Bali yang terdiri dari Dewa Made Putra Ian, Lisa Bonita dan Ni Putu lndah Purnamasari menyajikan 6 set busana wanita dan 2 set baju pria. Desainnya bergaya khas anak muda masa kini. Ringkas, mengaduk emosi, tegas, jauh dari kesan bertele-tele meski memainkan detail yang dikerjakan dengan apik.

Penggung peraga semakin semarak dengan penampilan dua desainer yang telah memiliki label sendiri yaitu Tori Golf dengan desainer Yuliatun B Jasmani dan Rara Mac dengan desainer Rara Indrawati Mcaloney. Masing-masing menampilkan sepuluh busana yang menunjukkan bahwa sekolah ini mampu membina muridnya hingga ke jenjang yang lebih tinggi.

Tampil pula sepuluh busana karya kolektif dari Andri Sutami, Wita Sasika Gayatri, Bianca Evangelia, Agied Derta, Dewa Made Putra Ian, Maggi Wienadi, Sandra Christina Halim, Nazhira Ranitya dan Christine Novalia menampilkan denim secara maksimal. Mereka mengeksplorasi jeans atau denim habis-habisan, digunting, disikat dan diserut hingga berjumbai-jumbai, atau dilaser dengan intensitas panas yang dapat diatur. Panas sedang untuk menghasilkan gambar berdasarkan pola di atas bahan hingga panas tinggi untuk membuat bahan bolong menjadi motif.

KARYA LULUSAN TERBAIK JAKARTA

Panggung ditutup dengan penampilan karya tiga alumni terbaik dari Jakarta, Wita Sasika Gayatri, Bianca Evangelia, dan Andri Sutami. Mereka bercerita tentang BALANCE dalam versi yang personal namun mampu memberikan inspirasi baru.